Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pimpinan Pentagon Terdiam Lihat Rudal China, Bisa Kelilingi Dunia Sebelum Hancurkan Target

Dunia sempat dihebohkan dengan uji coba senjata rudal hipersonik militer China, Juli lalu.

Tayang:
Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Ilustrasi rudal jericho 3. 

TRIBUNJAMBI.COM, BEIJING - Persaingan kekuatan militer antara Amerika Serikat, Rusia dan China semakin membuat dunia khawatir.

Baru-baru ini dunia dihebohkan dengan uji coba senjata rudal hipersonik militer China, Juli lalu.

Pasalnya, rudal tersebut disebut mampu mengelilingi dunia sebelum menghancurkan targetnya.

Senjata tersebut seakan menegaskan kemampuan China yang sangat besar dalam bidang militer.

Kemampuan militer China benar-benar di luar perkiraan dan mengejutkan para petinggi Pentagon.

Baik Amerika Serikat maupun Rusia tidak menunjukkan kemampuan yang sama, yang sanggup melakukan peluncuran rudal dari kendaraan induk yang melaju lima kali kecepatan suara.

Financial Times, yang pertama kali melaporkan tes tersebut pada akhir pekan lalu, menyebutkan, para ahli militer AS sedang mencoba memahami, bagaimana China menguasai teknologi tersebut, yang menempatkan Beijing pada posisi terdepan dari para pesaingnya dalam perlombaan senjata hipersonik.

Baca juga: China Tak Mau Kompromi Soal Taiwan, Xi Jinping Peringatkan AS Tak Bermain Api

Wall Street Journal mengonfirmasi laporan itu pada Senin (22/11/2021). Tes senjata hipersonik China pada 27 Juli lalu telah mengejutkan para pejabat negara Barat.

Dalam uji coba itu, China menggunakan sebuah kendaraan peluncuran dan rudal hipersonik jarak jauh berpemandu yang membawa hulu ledak, kemudian melepaskannya ke target uji di dalam negeri.

Tetapi, yang lebih mengejutkan adalah rudal hipersonik, saat terbang dari Selatan menuju China, melepaskan rudal terpisah yang meluncur jauh, kemudian jatuh tanpa menimbulkan bahaya ke Laut China Selatan.

Tes itu mengejutkan karena pelepasan rudal terjadi saat kendaraan melaju dengan kecepatan hipersonik, di atas 6.175 km/jam.

Financial Times mengungkapkan, para ahli teknologi Pentagon tidak yakin bagaimana China berhasil melakukan hal itu.

Baca juga: Taliban Semakin Terdesak, Kini Mohon-mohon ke Amerika Akibat Keuangan Sekarat

Peran potensial dari rudal yang dirilis tidak jelas. Hanya, itu bisa digunakan untuk menargetkan atau membelokkan pertahanan negara musuh terhadap serangan senjata hipersonik.

Apa pun gunanya, hal itu menggarisbawahi kecepatan China dalam menghadapi tantangan strategis bagi militer AS.

Pentagon mengatakan, China juga telah mempercepat produksi hulu ledak nuklir, yang bisa dibawa oleh rudal hipersonik serta kapal selam konvensional dan rudal balistik berbasis darat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved