Breaking News:

KONI Tanjab Barat Disiram Anggaran Rp 2 Miliar, Syarifuddin: Tidak Cukup

Ketua KONI Tanjabbar, Syarifuddin mengungkapkan kendala yang dihadapi KONI untuk mengembangkan olahraga di Tanjabbar.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Danang
Ketua KONI Tanjabbar, Syarifuddin mengungkapkan kendala yang dihadapi KONI untuk mengembangkan olahraga di Tanjabbar. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tanjab Barat, Syarifuddin mengungkapkan kendala yang dihadapi KONI untuk mengembangkan olahraga di Tanjabbar.

"Kendala itu sebenarnya banyak, tapi paling vital itu sarana dan prasarana, jadi kalau dibandingan kabupaten lain, Tanjabbar ini yang paling minim, lagi pula yang ada sekarang juga kondisinya sudah tidak memungkinkan dan sudah tidak memenuhi standar," ungkap Syarifuddin, (23/11/2021).

Ia mengatakan saat ini rata-rata untuk latihan para atlet banyak menumpang, seperti angkat besi, angkat berat, itu menumpang di salah satu hotel, kemudian karate, pencak silat, dan boxing juga memanfaatkan tempat terbuka yang memiliki halaman luas. 

Selain sarana dan prasarana ia juga mengatakan terkendala soal anggaran dana.

"Anggaran dan kita, yang kita ajukan tahun lalu untuk tahun ini itu sebesar Rp 9 miliar, tapi yang dikabulkan cuma Rp 2 miliar, coba bayangkan aja Rp 2 miliar itu dibagi 36 cabang olahraga, ya tidak cukup," ujarnya.

Ia mengatakan dengan dana segitu setiap cabor hanya kebagian 20-40 juta, sehingga hanya cukup untuk melakukan beberapa pertandingan saja.

Baca juga: Budi Setiawan Resmi Lantik Kepengurusan KONI Tanjabbar

Dalam setiap cabang olahraga ia katakan ada klasifikasi pembagian anggarannya, terutama untuk cabor yang sifatnya beregu dan perorangan.

"Anggaran untuk cabor yang tim atau beregu memang sedikit lebih besar daripada cabor yang perorangan," ucapnya.

Belum lagi ia katakan dana tersebut bukan hanya di alokasikan untuk cabor, tapi juga untuk operasional Koni, kemudian insentif pelatih di setiap cabor, yang jumlahnya tidak terlalu banyak, Syarifuddin mengatakan istilahnya hanya uang transportasi, kemudian juga alokasikan dana untuk pelatihan para pelatih setiap cabor.

Baca juga: Heboh Helikopter Pemantau Karhutla di Jambi Meledak, Ternyata SUTET Korslet Gegara Pohon Jengkol

Ia kembali menegaskan bahwa dana yang diberikan kepada KONI sebanyak Rp 2 miliar itu sangat kurang.

"Kalau kita mau meraih prestasi kan atlet kita harus banyak mengikuti pertandingan, agar mendapat pengalaman, tapi kalau dengan dana segitu ya hanya bisa mengikuti satu pertandingan," tegasnya.

Terakhir ia mengatakan dengan sarana dan prasarana serta anggaran dana yang ada pemerintah dan Koni tidak bisa menuntut atlet untuk mendapatkan prestasi yang lebih.

Baca juga: Sering Transaksi Narkoba di Rimbo Bujang, Dua Bandar Sabu Dibekuk Polres Tebo

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved