Breaking News:

Wakil Rektor 3 Unja Paparkan Akar Permasalahan Unjuk Rasa Mahasiswa Jumat Lalu

Wakil Rektor 3 Universitas Jambi (Unja), Teja Kaswari menceritakan titik awal dari munculnya surat nomor 2377/UN21/KM.05.03/2021 perihal penyampaian n

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Darwin Sijabat
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Wakil Rektor 3 Universitas Jambi (Unja), Teja Kaswari menceritakan titik awal dari munculnya surat nomor 2377/UN21/KM.05.03/2021 perihal penyampaian nama calon Plt. Ketua BEM Universitas dan Fakultas kepada dekan di lingkungan Unja.

Teja menyebut bahwa ini berawal dari ketidakmampuan Majelis Aspirasi Mahasiswa (MAM) Unja untuk membentuk undang-undang Pemilihan Raya (Pemira). Teja menyebut bahwa MAM memaksakan undang-undang itu di bentuk.

"Tentu undang-undang tersebut tidak bisa dilaksanakan karena hanya segelintir fraksi saja yang menyetujui undang-undang itu. Fraksi-fraksi lain tidak setuju," ungkapnya.

Ia menyebut bahwa dalam lokakarya pembuatan UU Pemira pada 09 Agustus 2021 hanya dihadiri oleh tiga fraksi dari enam fraksi dengan jumlah mahasiswa yang hadir 10 orang dari 25 anggota MAM.

"Sudah disampaikan bahwa UU ini cacat hukum karena tidak memenuhi kourum. Tetapi Ketua MAM masih bersikeras bahwa UU ini harus dijalankan dengan membentuk KPU dan Bawaslu," tuturnya.

"KPU kemudian diatur sedemikian rupa sehingga anggota KPU terdiri dari anggota MAM dan BEM (yang isinya dari partai partai yang menandatangani UU Pemira)," tambahnya.

Sementara dengan berjalannya waktu, ketua BEM masa jabatannya berakhir di September.

Sehingga karena kekosongan BEM, maka rektor meminta semua fakultas yaitu tujuh fakultas mengirimkan nama untuk mahasiswanya berembuk.

"Jadi perlu ditegaskan bukan rektor menunjuk, salah itu. Jadi rektor meminta perwakilan dari masing-masing fakultas untuk mengirimkan utusan sebanyak tiga orang untuk berembuk. Mereka (mahasiswa) memutuskan siapa yang jadi ketua pelaksana tugas BEM menjelang perbaikan dari undang-undang permira dan permira berlangsung," tegasnya.

"Ini sesuai azaz dari mahasiswa , oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa. Proses ini sedang berlangsung. Bahkan MAM berkali kali sudah berdiskusi dengan saya selaku WR3, bahkan sebelum demo saya juga sudah menerima mereka di ruangan," pungkasnya.

Baca juga: Rektorat Unja akan Rapat, Korlap Unjuk Rasa Mahasiswa Jumat Lalu akan Dipanggil

Baca juga: WR 3 Unja Sebut Sopirnya Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit Lantaran Dipukul Mahasiswa

Baca juga: Wakil Rektor 2 Unja Belum Mau Tanggapi Kasus Sopir Pukul Mahasiswa: ke Humas Saja

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved