Breaking News:

Ini Alasan Wakil Rektor Unja Tak Mau Temui Pendemo hingga Terjadi Baku Hantam

Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Majelis Aspirasi Mahasiswa (MAM) melakukan aksi demo yang dikoordinatori Agustia Gafar, Jumat (19/11/2021).

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Shutterstock/Kompas.com
ILUSTRASI Penganiayaan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Majelis Aspirasi Mahasiswa (MAM) melakukan aksi demo yang dikoordinatori ketua MAM, Agustia Gafar, Jumat (19/11) lalu.

Awalnya aksi yang dilakukan di depan halaman depan Gedung Rektorat Unja itu berjalan tertib.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor 3 Unja, Teja Kaswari saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Minggu siang (21/11). Teja menerangkan bahwa aksi tersebut dilakukan sekira pukul 16.00 wib dengan peserta berkisar 20-30 orang. 

"Ketika demo berlangsung, mereka sebenarnya damai di pelataran parkir itu. Mereka menuntut lah untuk pencabutan itu," katanya.

"Mereka menuntut pihak rektorat mencabut surat nomor 2377/UN21/KM.05.03/2021 perihal penyampaian nama calon Plt. Ketua BEM Universitas dan Fakultas kepada dekan di lingkungan Universitas Jambi," ungkapnya.

Hal lain diungkapkan oleh Teja bahwa sebelum demo berlangsung atau pada Jumat sekira pukul 15.00 wib dirinya sempat bertemu MAM.

Baca juga: Sehari Sebelum Demo yang Berujung Pemukulan, Ternyata Wakil Rektor Unja Bertemu Ketua MAM dan BEM

"Jadi sebetulnya sebelum pukul 15.00 wib saya masih menerima mereka. Jadi ada Wira kemudian Buni itu pendemo menemui saya minta mengklarifikasi beberapa hal dan meminta untuk mencabut surat keputusan rektor," katanya.

"Saya katakan bahwa saya tidak berhak mencabut. Itu kebijakan rektor sementara saya wakil dan saya katakan tidak bisa dan akhirnya mereka keluar," tambahnya.

Disisi lain, pada saat demo berlangsung sekira 40 menit, mahasiswa mulai masuk kedalam gedung rektorat untuk mencari pejabat yang ada. Di mana pada saat itu katanya hanya ada dirinya yang berada di lantai dua ruang rektorat.

"Pada saat itu saya tidak berkenan menerima mahasiswa lagi sejak jam 15. 30 wib karena akan mempersiapkan diri untuk acara penutupan Collaboration Expo Unja. Karena tadi juga sudah dijelaskan sama sebagian pendemo yang menemui saya tadi," tuturnya.

Baca juga: Wakil Rektor Unja Sebut Sopirnya Batuk Darah Usai Baku Pukul dengan Mahasiswa, Matanya Lebam

Setelah itu, sekira pukul 17.00 wib, pendemo mulai memaksa untuk masuk ke lantai dua. Ia kemudian memerintahkan kepada puluhan satpam untuk berjaga di ujung tangga untuk mecegah jangan sampai ada mahaiswa yang masuk. 

"Karena perintah saya seperti itu, dan saat itu terjadi adu mulut atau gesekan lah antara Kasubbag Rumah Tangga, sopir saya, satpam, dan pendemo. Suasana ini membuat semuanya menjadi emosi. Ini lah awal emosi itu," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved