Breaking News:

Berita Sarolangun

Fasilitas TIK di Sekolah Dasar di Sarolangun Belum Terpenuhi, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan

Fasilitas penunjang pelaksanaan assesment di sebagian sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sarolangun masih belum terpenuhi.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Rifani halim
Helmi Kadisdik Sarolangun 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Fasilitas penunjang pelaksanaan assesment di sebagian sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sarolangun masih belum terpenuhi.

Hal itu justru terhadap program AKM di sekolah yang harus didukung oleh ketersediaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang memadai, antara lain komputer atau laptop minimal 15 unit beserta perangkat internet.

Kepala Dinas Pendidikan Sarolangun, Helmi mengatakan, saat ini mayoritas SD yang melaksanakan kegiatan Assesment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang berlangsung saat ini masih menumpang ke sekolah lainnya karena keterbatasan perangkat TIK.

Jumlahnya mencapai 210 sekolah SD yang menumpang, sedangkan sekolah yang melaksanakan secara mandiri hanya sebanyak 17 sekolah.

“Kita berupaya melaporkan ke pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbud terkait fasilitas TIK, Alhamdulillah dari gambaran yang kita dapat dan sudah usulkan ke pusat untuk mencari solusi agar semua sekolah bisa melakukan secara mandiri,” katanya belum lama ini.

Lanjutnya, hanya saja untuk tahun 2022 mendatang, jika tidak ada aral melintang baru sebanyak 44 sekolah yang akan mendapatkan bantuan program TIK dari Kemendikbud tersebut.

Meski demikian, puluhan sekolah SD yang akan mendapatkan bantuan itu mencakup dari seluruh kecamatan, sehingga ketika memang harus menumpang, jaraknyapun tidak begitu jauh.

“Sepertinya untuk 2022 kita sudah ditanggapi. Artinya besar kemungkinan dapat gambaran sekitar 44 sekolah akan mendapatkan progran TIK, kita diminta menyusun dimana titik-titik supaya dimana sekolah itu walaupun menumpang tapi tidak jauh, artinya di ibu kota siapkan dan begitu juga di ibu kecamatan juga disiapkan,” ujarnya.

“Setelah kita susun, dimana setelah komunikasi nanti dengan kemendikbud, dan ini untuk menunjang pelaksanaan ANBK dan untuk sinyal di daerah tertentu kita sudah koordinasi dengan Kominfo untuk penyediaan sinyal atau jaringan,” sebutnya.

Helmi menyebutkan, untuk pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik di bidang pendidikan tahun 2021 ini.

Secara umum dilapangan sudah memenuhi kriteria sesuai dengan aturan.

Hanya saja masih ada dua sekolah yang belum melaksanakan pencairan 75 persen karena terkendala administrasi.

“Dak Tahun 2021, kita sudah turun kemarin dibagi dengan beberapa tim yang sudah kita tunjuk, dan progresnya untuk yang 75 persen dan pelaksanaan tinggal pencairan saja dan kalau di lapangan sudah memenuhi kriteria yang diminta sesuai aturan artinya rata-rata 75 persen. Laporan kemarin ada 7 titik sekolah dan saat ini tinggal 2 sekolah yang masih belum melaksanakan pencairan karena terkait administrasi, dan kita akan turun ke lapangan di kecamatan air hitam,” katanya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Nihil, PTM Masih 50 Persen, Dinas Pendidikan Sarolangun Turun ke Desa Beri Pemahaman

Baca juga: Dinas Pendidikan Sarolangun Bakal Kaji Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Dinas Pendidikan Sarolangun Evaluasi Sekolah Tatap Muka

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved