Breaking News:

Berita Jambi

Pihak Perusahaan Batu Bara di Jambi akan Ikuti Aturan Pemerintah Meski Ada Kekhawatiran

Pihak dari perusahaan batu bara di Jambi khawatir akan terjadi penurunan harga acuan batu bara jika nanti efisiensi dalam mobilitas batu bara tidak di

monang widyoko
Presdir Indobagus Investama dan pemilik beberapa IUP di Sarolangun, Hari Asmar, Rabu (17/11/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pihak dari perusahaan batu bara di Jambi khawatir akan terjadi penurunan harga acuan batu bara jika nanti efisiensi dalam mobilitas batu bara tidak dilakukan.

Pasalnya dari pemerintah menginginkan menurunkan tonase dari truk angkutan batu bara. Yang tentu ini akan berdampak pada efisiensi pengangkutan batubara.

"Yang kita khawatirkan adalah justru inisiatif dan kreativitas para pengangkut ini sehingga mereka bisa angkut hingga 12 ton, itu ditumpulkan. Kalau bicara kemampuan, truk itu ada yang bisa angkut hingga 14-17 ton, ini kan sudah biasa dilakukan," ungkap Presdir Indobagus Investama dan pemilik beberapa IUP di Sarolangun, Hari Asmar, Rabu (17/11/2021).

Dirinya menyatakan, jika tidak dilakukan efisiensi dalam pengangkutan batu bara dari lokasi tambang ke stokpil, maka ini akan berpengaruh dengan harga dipasaran.

"Kalau harga tambang dalam dolar turun, dapat dipastikan seluruh tambang di Jambi akan tutup. Ini saja kami masih diselamatkan dengan PLN dan Semen Indonesia. Mereka mau beli dengan harga yang sedikit tinggi," ujarnya.

Kemudian, dirinya menanggapi akan adanya jalur khusus batu bara ke depan yang dikelola oleh swasta.

Lanjutnya, tentu untuk perawatan jalan, perbaikan, dan sebagainya, tak lagi ada bantuan dari pemerintah. Melainkan dari swasta yang akan merawat jalan itu nantinya.

"Kalau nanti jadi lewat jalan khusus tambang, ke depannya angkutannya harus yang besar-besar. Karenakan tidak dibantu pemerintah dalam pembangunan dan perawatannya, swasta semua itu," katanya.

Jika nantinya angkutan batubara menggunakan angkutan yang besar, maka akan membuat jumlah truk akan menurun.

Menurutnya ini juga berpengaruh pula pada sisi ekonomi kerakyatan, seperti pada tukang tambal ban di jalan, warung makan, dan usaha lainnya yang diuntungkan juga dari angkutan batubara.

Namun, pihaknya tetap setuju dan akan mengikuti peraturan pemerintah yang ditetapkan nanti.

"Artinya kami ikut aturan pemerintah. Kami menjunjung tinggi apa yang menjadi aturan pemerintah," pungkasnya.

Baca juga: Ini 11 Poin Hasil dari Rapat Lanjutan Mengatasi Permasalahan Angkutan Batu Bara di Jambi

Baca juga: Jalur Sementara Angkutan Batu Bara Bulian-Bajubang-Tempino Tahap Perbaikan, CPO Boleh Lewat Mendalo

Baca juga: Penerimaan Pendapatan Bukan Pajak Batu Bara Jambi 16 Persen dari Royalti, 16 Persen Land Rent

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved