Breaking News:

Berita Merangin

Korupsi Ratusan Juta, Mantan Kades di Merangin Diamankan Polisi

Seorang mantan kepala desa di Merangin diamankan Satreskrim Polres Merangin lantaran melakukan korupsi hampir 400 juta rupiah.

Darwin Sijabat
Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy Purnamawan dalam press rilis kasus korupsi oleh mantan Kepala Desa Benteng, Rabu (17/11/2021) 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Satreskrim Polres Merangin amankan kerugian keuangan negara di Desa Benteng, Kecamatan Sungai Manau senilai Rp 396.261.000.

Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy Purnamawan dalam press rilis, Rabu (17/11/2021) mengatakan bahwa tersangka merupakan mantan kepala desa periode 2013-2019.

Kini mantan Kades tersebut, M (35) telah mendekam di Mapolres Merangin untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Mantan kepala desa Benteng, Kecamatan Sungai Manau periode 2013 - 2019 diamankan Satreskrim atas dugaan tindak pidana korupsi APBDes tahun 2018," ungkap Kapolres.

Dari tangan tersangka, Satreskrim Polres Merangin berhasil mengamankan kerugian negara senilai Rp. 396.261.000.

Dari hasil korupsi itu, aset yang dikembalikan yakni Dana BOS SDN 64 senilai Rp 70 juta, APBDes senilai Rp. 20 juta, Sertfikat tanah kas desa Koto Baru Kecamatan Tabir Lintas senilai Rp 120 juta. Kemudian Hasil TKD Desa Koto Baru senilai Rp 28.800.000.

"Keberhasilan pengembalian aset (Asset Recovery) oleh Sat Reskrim dengan total keselurahan Rp. 238.800.000," ungkap Kapolres.

Untuk selanjutnya, Kapolres mengatakan masih dilakukan pengembangan untuk menyelidiki keterkaitan dengan tersangka lain dalam kasus tersebut.

Sementara untuk tujuan pelaku melakukan korupsi tersebut guna memperkaya diri.

"Dia memanfaatkan keuangan negara untuk memperkaya diri dengan pengerjaan yang tidak dibayarkan," tandasnya.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Psl 3 UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana di ubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang–undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Baca juga: Inilah Tuntutan Puluhan Mahasiswa Orasi di Kejati Jambi, Kasus Dugaan Korupsi Pejabat KPU Tanjabtim

Baca juga: Dua Dari Empat Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah KPU Merupakan ASN Tanjabtim

Baca juga: Kasus Korupsi Dana Hibah, Sekdis dan Bendahara KPU Kembali Dijemput Kejari Tanjabtim

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved