Breaking News:

Berita Nasional

Hukuman Mantan Presiden PKS Tetap 18 Tahun Penjara, Ini Alasan Hakim Tolak Pengajuan PK

Hukuman Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq tetap 18 tahun penjara. Peninjauan Kembali yang diajukan Luthfi Hasan Ishaaq ditolak hakim MA

Editor: Rahimin
DANY PERMANA
Luthfi Hasan Ishaaq - Hukuman Mantan Presiden PKS Tetap 18 Tahun Penjara, Ini Alasan Hakim Tolak Pengajuan PK 

TRIBUNJAMBI.COM - Hukuman mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus suap tetap 18 Tahun Penjara.

Pengajuan Peninjauan Kembali yang diajukan Luthfi Hasan Ishaaq ditolak hakim Mahkamah Agung (MA).

"Tolak," amar putusan PK yang dikutip Kompas.com dari situs MA, Selasa (16/11/2021).

Untuk diketahui, Luthfi Hasan Ishaaq adalah terpidana kasus suap terkait pengurusan kuota impor sapi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Putusan penolakan Peninjauan Kembali itu temuat dengan nomor register 285/PK/Pid.Sus/2021 di Pengadilan Jakarta Pusat.

Luthfi Hasan Ishaaq mengajukan PK atas vonis 18 Tahun Penjara yang dijatuhkan Mahkamah Agung pada tingkat kasasi.

"Setelah menjalani 7 tahun pidana, pemohon menemukan alasan-alasan agar majelis Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan bebas atau ringan kepada pemohon dengan alasan kekeliruan dan kekhilafan hakim," kata kuasa hukum Luthfi Hasan, Sugiyono, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (16/12/2020), dikutip dari Antara.

Luthfi Hasan Ishaaq mengajukan PK membandingkan kasusnya dengan putusan PK mantan Ketua DPD Irman Gusman, putusan kasasi mantan Menteri Sosial Idrus Marham, dan putusan kasasi dirinya.

Dijelaskan Sugiyono, tiga perkara itu menghasilkan putusan yang berbeda. Sedangkan ketiganya sama-sama didakwa menerima sesuatu sebagai penyelenggara negara dengan pertimbangan tidak terkait dengan kewenangannya.

Untuk diketahui, Idrus Marhma bersalah dalam kasus suap terkait proyek PLTU Riau-1 dan Irman divonis bersalah dalam kasus suap terkait kuota impor di Perum Bulog.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved