Breaking News:

Teror Harimau di Air Liki Merangin Belum Usai, 7 Kerbau Mati Dimangsa 

Harimau Sumatera kembali teror warga Kabupaten Merangin. Kali ini tujuh ekor kerbau di Desa Air Liki, Kecamatan Tabir Barat mati dimangsa.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
DARWIN SIJABAT/TRIBUNJAMBI
Satu ekor Harimau berhasil diamankan di Desa Guguk, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Sabtu (16/10/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Harimau Sumatera kembali teror warga Kabupaten Merangin. Kali ini tujuh ekor kerbau di Desa Air Liki, Kecamatan Tabir Barat mati diduga dimangsa si belang.

Dalam beberapa pekan lalu, konflik warga dengan harimau terjadi di Kabupaten Merangin. Akibatnya dua warga tewas, dan satu warga mengalami luka robek akibat cakaran harimau.

Selang kemudian harimau berhasil ditangkap BKSDA menggunakan perangkap yang dipasang di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap.

Di tempat berbeda kini, harimau kembali meneror warga Desa Air Liki, Kecamatan Tabir Barat dengan memangsa tujuh ekor kerbau.

Karena ternak warga terus dimangsa, saat ini warga mulai resah dan ketakutan. Mereka khawatir ternak mereka akan habis dimangsa. Selain itu, warga juga takut untuk beraktivitas di kebun. 

"Ya bang ada tujuh ternak warga dimakannya. Kini warga juga mau ke ladang takut," ungkap Parel Warga Air Liki, Minggu (14/11/2021).

Baca juga: Tujuh Kerbau Warga Merangin Mati Diduga Dimangsa Harimau, BKSDA Pasang Kamera Trap

Terkait hal tersebut pihaknya meminta bantuan BKSDA agar warga dapat dengan leluasa seperti biasa beraktivitas ataupun berkebun. 

"Kami tahu kalau itu ulah Harimau, karena saat memakan kerbau warga, bekas pijakan seperti jejak harimau. Kemudian warga juga sudah beberapa kali bertemu dengan harimau itu," ujar Parel bercerita.

Menyikapi kejadian itu, Kepala Desa Air Liki Baru, Pulpi Marlinton telah berusaha meminta bantuan BKSDA Jambi. Dia meminta agar tim BKSDA Jambi turun dan mengecek ke daerahnya. 

Terkait hal itu, Kepala Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Satuan Kerja Wilayah I, Udin Ikhwanudin mengatakan bahwa pihaknya telah turun kelokasi untuk memastikan kejadian itu.

"Kita sudah turunkan tim guna memastikan kebenaran informasi tersebut dan akan memverifikasi," kata Udin.

Menurut Udin, dari hasil pengecekan yang dilakukan timnya, diketahui jika memang kerbau milik warga di desa tersebut diterkam harimau. Ini ditandai dengan ditemukannya jejak harimau di lokasi kejadian.

"Untuk sementara kejadian itu diduga hewan ternak itu digigit harimau," jelasnya.

Baca juga: Seniman di Merangin Kampenyekan Harimau Sumatera yang Terancam

Kendati demikian, Udin Ikhwanudin menegaskan jika kejadian tersebut bukanlah konflik satwa. Dia mengatakan jika aksi penerkaman ternak warga oleh harimau di Desa Air Liki Baru terjadi karena kerbau diletakkan di dekat habitat harimau.
  
"Ini bukan konflik satwa, kenapa demikian, warga mengikat kerbau di dalam kawasan TNKS dan beralasan untuk memenuhi pakan, sedangkan wilayah TNKS rumah dan habitatnya mereka (Harimau Sumatera), iya dimakanlah," pungkasnya. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved