Breaking News:

Tujuh Kerbau Warga Merangin Mati Diduga Dimangsa Harimau, BKSDA Pasang Kamera Trap

Warga Desa Air Liki, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin dihebohkan dengan matinya tujuh ekor kerbau diduga akibat dimangsa harimau.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Penampakan seekor harimau muncul di perkebunan sawit warga. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Warga Desa Air Liki, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin dihebohkan dengan matinya tujuh ekor kerbau diduga akibat dimangsa harimau.

Warga Desa Air Liki dalam dua bulan terakhir diresahkan dengan keberadaan harimau yang membayang bayangi aktivitas warga.

Beberapa hari terakhir, dari informasi yang dihimpun bahwa tiga harimau yang mendatangi areal penggembalaan dan memangsa tujuh ekor kerbau milik warga.

Saat ditemukan warga, tujuh ekor kerbau yang ditemukan warga itu sudah mati dan tinggal tulang. Bahkan kondisinya sudah membusuk.

Tujuh ekor kerbau itu diduga dimangsa oleh harimau Sumatera, sebab banyak ditemukan jejak harimau. 

Dengan kejadian itu, warga dua desa di ujung Kabupaten Merangin, yakni desa Air Liki dan Air Liki Baru saat ini tidak berani berkebun. Padahal 90 persen hasil pencarian warga setempat merupakan hasil perkebunan.

Menanggapi hal itu, Udin Ikhwanudiin selaku Kepala BKSDA Provinsi Jambi Satu Kerja Wilayah I mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih di lokasi. Dia sedang melakukan pemantauan perkembangan harimau dengan memasang sejumlah kamera trap.

"Sekarang kita masih dilokasi untuk pantau perkembangan dan pasang kamera trap. Petugas juga memberikan edukasi upaya penanganan warga jika bertemu harimau tidak sengaja," ujarnya, Minggu (14/11/2021).

Udin mengatakan bahwa pihaknya juga akan membuat posko ronda pengamanan dan patroli bersama TNI, Polri serta anggota masyarakat mitra polisi kehutanan.

Baca juga: Warga Sumay Tebo Heboh Penemuan Potongan Tubuh Manusia Diduga Tewas Dimangsa Harimau

Untuk perkembangan selanjutnya, Udin mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu laporan dari tim yang berada di lapangan. Dengan demikian informasi yang disampaikan nanti dapat lebih akurat dan tidak menimbulkan salah persepsi dari para pihak dan masyarakat luas.

Dia menegaskan bahwa KSDA SKW I bersama para pihak saat ini lagi fokus menangani konflik satwa harimau Sumatera hingga tuntas.

Baca juga: Kembali Terjadi Dusun Melako Tengah Ilir Tebo, Sapi Warga Dimangsa Harimau

"Saat ini kita lagi fokus menangani konflik Harimau Sumatera hingga tutas, supaya masyarakat Desa Air Liki dan sekitarnya tidak resah dan panik. Dengan demikian aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya," tandasnya. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved