Berita Batanghari

Dinkes Targetkan Capaian Herd Immunity Batanghari di Akhir Tahun, Sejumlah Puskesmas Miliki Inovasi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, dr Elfi Yennie mengungkapkan pihaknya optimis Herd Immunity bakal tercapai di akhir tahun ini.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Wira
Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, dr Elfi Yennie 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, dr Elfi Yennie mengungkapkan pihaknya optimis Herd Immunity bakal tercapai di akhir tahun ini.

Apalagi perkembangan vaksinasi Covid-19 di Batanghari untuk dosis pertama sudah mencapai 60.6 persen dari jumlah sasaran 229.537 jiwa.

Capaian herd imunity minimal 70 persen dari masyarakat yang sudah tervaksin. Dinkes targetkan pada akhir tahun sudah bisa melampaui target itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, dr Elfi Yennie mengatakan HKN 2021 di daerah ini Pemerintah Daerah memanfaatkan momen ini untuk percepatan vaksinasi Covid-19 terutama tiga hari terakhir.

"Hari kesehatan nasional ke-57 dengan tema Sehat Negriku, Tumbuh Indonesiaku, mudah-mudahan kita bisa melewati pandemi Covid-19 ini. Keadaan mulai stabil sehingga Indonesia bisa tumbuh dengan lebih baik, itu lah harapannya untuk peringatan HKN 2021 tahun ini," kata dr Elfie, Jumar (12/11/2021).

Pemda melalui Dinas Kesehatan melaksanakan vaksinasi massal serentak diseluruh wilayah dalam Kabupaten Batanghari baik ditingkat kecamatan, seluruh puskesmas dan di desa-desa.

"Minimal setiap kecamatan ada melaksanakan vaksinasi dan semua desa melaksanakan vaksinasi, kita targetkan 2.700 sasaran dalam peringati HKN tahun ini,” katanya.

dr Elfi berujar memang ada di kecamatan dan desa sudah bagus progresnya, bahkan sudah ada yang sudah mencapai 70-80 persen. Sementara masih juga ada beberapa tempat yang masih dibawah 50 persen.

Terutama kata dia di desa-desa yang jauh dari pusat kecamatan, di sana memang agak lambat pergerakannya.

Namun pihaknya sudah punya upaya dengan cara menjemput bola, ada beberapa puskesmas yang punya inovasi satu diantaranya yang disebut kepin berantas Covid-19 atau ketuk pintu dalam berantas Covid-19.

“Jadi sudah ketuk pintu artinya door to door selain dari pada saat ini dikejar ke desa-desa dan sekarang ini dikejar langsung dari rumah ke rumah,”

"Cuman ini ada beberapa desa yang memang masih kurang, seperti di Kecamatan Muara Tembesi itu ada di Desa Pulau, yang memang jauh dari jangkuan ibu kota kecamatan," ujarnya.

Sejauh ini, dia menilai memang pemahaman masyarakat yang masih kurang bahwa vaksinasi ini penting sekali untuk mengendalikan Covid-19.

Kemudian banyak masyarakat yang masih terpengaruh dengan berita negatif tentang vaksinasi Covid-19.

Padahal sebenarnya sudah terbukti, dari sekian ribu sasaran yang sudah divaksin itu tak satu pun ada KIPI yang serius sejauh ini masih bagus tidak ada hal-hal yang tidak diharapkan seperti itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved