Breaking News:

Jumlah Siswa Sedikit, 9 Sekolah Dasar di Tanjab Timur Akan Digabung

Sembilan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur digabung jadi empat sekolah mulai tahun ajaran 2021-2022.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Usman
Ilustrasi-Sembilan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur diregrouping. 

Laporan wartawan tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Guna efisiensi dan keefektifan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kabupaten Tanjabtim, sembilan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur diregrouping.

Sembilan sekolah dasar kini digabung menjadi empat sekolah untuk masa tahun ajaran 2021-2022. 

Kepala dinas pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Junaedi Rahmad mengatakan, regrouping sekolah tersebut bertujuan untuk mengantisipasi sekolah tersebut agar tidak kehilangan dana bantuan operasional sekolah nantinya. 

Banyak faktor dan pertimbangan sehingga Dinas Pendidikan melakukan regrouping terhadap sekolah dasar. 

Sekolah yang menjadi target penggabungan berada di Kecamatan Mendahara, Rantau Rasau, dan Nipah Panjang.

"Diantaranya, masih banyaknya sekolah yang jumlah siswanya di bawah 60 anak. Kemudian faktor jumlah guru atau tenaga pendidik yang juga kurang memadai," ujarnya.

Jika tiga tahun berturut-turut sekolah tersebut siswanya dibawah 60 orang ke bawah, berpotensi tidak dibayarkan dana BOS. Kecuali secara geografis sekolah tersebut tidak dapat dilakukan penggabungan karena sekolah berada pada daerah 3T (terluar, tertinggal dan terbelakang).

Baca juga: Kejari Tanjab Timur Sebut Sudah Ada Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah KPU Tanjabtim

Penggabungan sekolah ini juga sebagai upaya untuk melakukan pemerataan jumlah guru di masing-masing Desa. Karena di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sendiri masih kekurangan tenaga pendidik. Demi efisiensi, mana yang tidak memenuhi standar layanan pendidikan lagi kita gabungkan.

Mengenai status kepala sekolah  dan guru yang terkena imbas regrouping, kata Junaedi, akan didistribusikan ke sekolah terdekat dan membutuhkan.

"Jadi gini, untuk kepala sekolah dan gurunya akan dipindahkan ke sekolah terdekat atau penggabungannya dan kita sesuaikan. Ketika itu sudah terpenuhi, baru zonasi berikutnya lagi yang akan kita distribusikan," tambahnya.

Baca juga: Sempat Dijemput Paksa, Sekretaris dan Bendahara KPU Tanjab Timur 10 Jam Diperiksa

Untuk mewujudkan sekolah yang efektif dan efisien dengan cara me-regrouping ini sangat membutuhkan tahapan dan waktu yang cukup panjang. Sebab, dalam regrouping ini seluruh elemen dari sekolah tersebut juga digabungkan. Selain itu, seluruh aset-aset dari sekolah juga ikut digabungkan.

"Intinya, penggabungan sekolah ini dilakukan dengan mempertimbangkan jarak sekolah yang berdekatan," pungkasnya. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved