Ulah Pegawai Ini Buat Bos Ducati Marah, Sembarangan Unboxing Motor Ducati Milik Pebalap Dunia
Sorotan tajam tertuju kepada Mandalika Grand Prix Associaton (MGPA) selaku promotor balapan WorldSBK di Sirkuit Mandalika, Indonesia.
TRIBUNJAMBI.COM, YOGYAKARTA - Mandalika Grand Prix Associaton (MGPA), promotor balapan WorldSBK di Sirkuit Mandalika, Indonesia jadi sorotan dunia.
Sebelumnya beredar sebuah video yang menayangkan aktivitas menunjukkan motor balap tim dari peti kargo di dalam Sirkuit Mandalika.
Lewat unggahan akun Instagram, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Mataram menjelaskan pembongkaran peti dilakukan untuk keperluan administrasi.
Namun, beredarnya video pembongkaran peti berisi motor Ducati dan aksi foto bareng di berbagai platform media sosial menimbulkan kritik.
Diketahui motor Ducati V4R yang viral setelah dibongkar pegawai tanpa seragam bea cukai itu milik pembalap Aruba.it.
Peristiwa ini kontan mengundang perhatian media motorsport ternama asal Swiss, Speedweek.
Dilansir dari Speedweek, Kamis (11/11), pihak yang berwenang membuka peti itu hanyalah petugas bea cukai yang memiliki tanda khusus atau tim pemilik motor itu sendiri.
Aturan ini dimaksudkan untuk menghindari spionase dan manipulasi material.
Baca juga: Fabio Quartararo Minta Andrea Dovizioso Bocorkan Rahasia Ducati demi Yamaha
Aksi unboxing ilegal yang terjadi di Mandalika itu sampai juga ke telinga Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti.
"Paolo Ciabatti bereaksi dengan kebingungan dan kemarahan atas kejadian yang tidak dapat ditoleransi ini," bunyi kutipan dari artikel di Speedweek.
"Seperti yang kita ketahui kejadian seperti ini di motorsport hanya terjadi di negara dunia ketiga dan dari masa 40 tahun yang lalu."
Sekadar informasi, negara dunia ketiga merupakan istilah lama yang dianggap "kasar" untuk menyebut negara berkembang.
Peristiwa ini juga mengundang komentar dari Direktur WorldSBK, Gregorio Lavilla.
"Kami sangat menyesal, kejadian ini di luar kendali kami. Pegawai yang terlibat sudah dipecat," ucap Gregorio Lavilla.
Peristiwa ini tentu memberikan citra buruk bagi Indonesia yang sedang berusaha kembali menjadi tuan rumah event balap tingkat dunia.
Baca juga: Tim Valentino Rossi Ikut MotoGP 2022 dengan Motor Ducati, Sponsornya Pangeran Arab Saudi
