Breaking News:

Berita Kerinci

Pelaku Hipnotis Makan Korban di Kerinci, Uang Warga Mukai Ilir Amblas Rp 114 Juta

Berita Kerinci-Diketahui kasus kejahatan dengan cara hipnotis baru-baru ini terjadi di Kabupaten Kerinci. Tak tanggung-tanggung korban kehilngan uang

Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
Pelaku Hipnotis Makan Korban di Kerinci, Uang Warga Mukai Ilir Amblas Rp 114 Juta
net
Ilustrasi. Hipnotis

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Berhati-hatilah terhadap orang yang tidak dikenal, apa lagi menawarkan sesuatu barang. Hal ini agar kita tidak menjadi korban kejahatan dengan cara hipnotis.

Diketahui kasus kejahatan dengan cara hipnotis baru-baru ini terjadi di Kabupaten Kerinci. Tak tanggung-tanggung korban kehilngan uang hingga ratusan rupiah.

Nasib malang tersebut dialami Morples, warga desa Mukai Hilir Kecamatan Siulak Muka, Kabupaten Kerinci. Morples menjadi korban hipnotis oleh orang tak dikenal pada, Senin (1/11/2021) kemarin.

Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan uang senilai Rp 114 juta yang disimpan di dalam rekening korban.

Menurut pengakuan korban, pelaku menghipnotisnya dengan terlebih dahulu menawarkan sebuah batu cincin. Saat menyentuh batu cincin tersebut korban langsung kehilangan kesadaran.

"Setelah itu saya tidak ingat lagi," kata korban.

Setelah korban dalam pengaruh hipnotis, pelaku lalu mengajak korban pergi dengan menaiki mobil avanza. Korban diajak kesalah satu agen brilink di Desa Belui Kecamatan Depati Tujuh untuk mengambil uang korban yang tersimpan di rekening.

Dari rekaman CCTV Agen Brilink di Desa Belui tampak Korban mengenakan jaket berwarna gelap. Sementara pelaku mengenakan baju Koko berwarna hita, memakai kopiah hitam dan syal berwarna putih.

Saat bertransaksi selama lebih kurang 5 menit, pemilik Agen Brilink tidak mengetahui kalau saat itu korban dalam pengaruh hipnotis oleh pelaku. Dan baru mengetahuinya pada sore hari setelah Korban sadar.

Tak hanya di Agen Brilink di Desa Belui, pelaku juga mengajak korban mengambil uangnya di dua tempat yang berbeda yakni, di kelurahan Siulak Deras dan di desa Pelompek Kayu Aro. Total uang yang diambil pelaku senilai Rp 114 juta.

"Saya sadar telah dihipnotis setelah pelaku pergi. Kejadian ini telah kami laporkan ke Polisi, saya berharap pelaku dapat segera ditangkap dan mengembalikan uang saya," pungkasnya. (*)

Baca juga: Orang Tua Pelajar SMA di Jambi yang Akan Temui Pacar Sebut Anaknya Dihipnotis, Disuruh Jual Motor

Baca juga: Tips dan Cara Menghindari Gendam atau Hipnotis, dari Pakar Krimologi, Ada Lima Kiat yang Dilakukan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved