Selasa, 2 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Merangin Diterkam Harimau

Malnutrisi Kronis Sebabkan Harimau Sumatera yang Terlibat Konflik dengan Manusia di Jambi Mati

Berita Jambi-Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, akhirnya mengungkap penyebab kematian Harimau Sumatera

Tayang:
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/IST
Tim BKSDA sedang melakukan pemeriksaan pada harimau Sumatera yang tewas, Selasa (2/11/2021). Harimau ini ditangkap di Merangin dua pekan lalu. 

"Untuk mengetahui secara pasti peyebab kematian harimau tersebut, kami akan mengirimkan sampel organ ke laboratorium PSSP (Pusat Study Satwa Primata)," tuturnya.

Kemudian, pada Kamis, 28 Oktober lalu, dilakukan tindakan medis oleh tim medis Balai KSDA Jambi, yakni drh Yuli Akhmal dan drh Zulmanudin bersama dengan drh Sugeng Dwi Hastono dari Amanah Veterinary Services, Lampung berupa pembiusan untuk pemeriksaan fisik, pengambilan sampel darah dan feses hasil pemeriksaan sampel feses ditemukan telur cacing Cooperia sp.

'Berdasarkan pemeriksaan radiologi diketahui kaki kanan depan mengalami fraktur atau patah (fraktur oblique humerus dextra ) dan luxatio dan hasil pemeriksaan darah (laboratorium) menunjukkan malnutrisi," ungkap Rahmad.

Berikutnya, Jumat, 29 Oktober tim dokter memberikan ayam broiler dan hati ayam, namun tidak dimakannya. Khawatir akan keselamatannya, tim melakukan tindakan medis, yaitu pemberian vitamin, antibiotik, antiinflamasi dan Bio energy.

"Pada Sabtu, 30 Oktober satwa buas tersebut terlihat masih terbaring dan lemas. Petugas kemudian melakukan tindakan medis berupa pemberian vitamin bio energy dan vitamin, pengulangan antiradang dan antibiotik.

Sehari berikutnya, siang dan malam hari diberikan pakan berupa hati sapi. Saat itu, harimau masih mau makan mau minum.

Melihat itu, tindakan medis yang dilakukan berupa pemberian vitamin dan bio energy. Namun demikian, satwa terlihat masih berbaring dan lemas.

Setelah 15 hari dalam ruangan observasi dan dirawat dokter hewan dari BKSDA Jambi, harimau yang berusia lebih dari 10 tahun tersebut diketahui memiliki komplikasi penyakit di tubuhnya.

"Jadi rentetan cidera yang dialami, patah di lengan dan luka jerat, menyebabkan harimau tidak bisa berburu, dan tidak dapat asupan makanan, kemudian timbullah penyakit lainnya, sehingga didiagnosa dengan penyakit malnutrisi kronis," tutup Rahmad. (*)

Baca juga: BREAKING NEWS: harimau Sumatera yang Serang Tiga Warga Merangin Tewas di Kandang Perawatan di Jambi

Baca juga: Kepala Desa Benarkan Kemunculan harimau di Kecamatan Sadu Tanjabtim

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved