Breaking News:

Berita Batanghari

Pelatihan Pendidikan Kader Penggerak NU, Fadhil Arief Minta Gus Karim Selalu Hadir di Batanghari

Muhammad Fadhil Arief menyampaikan PKPNU ini ia pahami diklat ini sangat diperlukan bagaimana anak-anak NU

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
Tribunjambi/musawira
Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief menghadiri acara Pelatihan Pendidikan Kader Penggerak NU (Nahdatul Ulama) Angkatan III PCNU Kabupaten Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief menghadiri acara Pelatihan Pendidikan Kader Penggerak NU (Nahdlatul Ulama) Angkatan III PCNU Kabupaten Batanghari, di Pondok Pesantren Darul Quran Al Islamy pada Jumat (29/10/2021).

Turut mendampingi Bupati Batanghari dalam acara tersebut, Ketua PCNU Batanghari Fahrizal, Ketua Panitia Adam Kusuma, Tim Instruktur Nasional PKPNU, Gus Karim dan hadir dalam acara tersebut peserta pelatihan serta tamu undangan dalam kegiatan ini.

Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menyampaikan PKPNU ini ia pahami diklat ini sangat diperlukan bagaimana anak-anak NU diberikan bekal disatukan semangatnya supaya bisa bergerak untuk bangsa dan negara ini.

“Pemkab Batanghari sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Ke depan Gus Karim ini bisa terus hadir di Kabupaten Batanghari. Kita yakin dan percaya apa yang dibuat NU baik bagi bangsa kita,” kata Fadhil Arief.

Keluaran dari kegiatan ini kata Fadhil pemerintah daerah yang akan menikmati sesuai yang disampaikan Gus Karim. 

Jelasnya kata dia peserta yang mengikuti pelatihan ini mempunyai karakter yang baik. Karena NU bagian dari pembentukan negara RI.

Jadi ke depan bangsa ini akan bersatu dan bisa bersinergi, karena Indonesia ini mempunyai berbagai suku, berbagai agama dan NU yang menyatukan itu semua.

“Pemerintah akan menikmati kader-kader ini karena mereka punya output dan outcome sehingga Bupati gampang mensinergikan pembangunan daerah di Batanghari,” katanya.

Tim Instruktur Nasional PKPNU, Gus Karim mengatakan tujuan dari PKPNU ini adalah bagaimana bisa menyatukan ideologi. Karena warga NU hanya tahu tentang NU saja tapi ideologinya tidak sama.

“Jadi ideologinya kita satukan dulu, setelah ideolagi kita satukan kemudian fikrahnya, kalau fikrah sudah terbentuk dengan baik maka harakahnya akan mudah nanti,” kata Gus Karim.

Ia mengatakan, di Batanghari masyarakatnya sangat antusias. Sebetulnya SOP dalam kegiatan ini hanya dibawah 100 peserta untuk mengikuti kegiatan ini.

Namun, saat ini yang menjadi peserta sebanyak 136 orang yang terdiri 101 orang laku-laki dan 35 orang perempuan

“Antusiasnya banyak, jadi animo masyarakat NU yang ingin mengikuti PKPNU sehingga pesertanya lebih dari 100 orang,” pungkasnya.

Baca juga: Tokoh Nahdlatul Ulama Ini Ikut Geram, Ganjar Pranowo Disarankan Tinggalkan PDIP: Pindah Saja!

Baca juga: Ketua PW Nahdlatul Ulama Provinsi Jambi Kecam Aksi Peledakan di Depan Gereja Katedral Makassar

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved