Rabu, 29 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Khazanah Islami

Yuk Puasa Duad, Bacaan Niat serta Tata Cara Mengerjakannya

Berikut niat Puasa Daud, Puasa Daud, atau Puasa Nabi Daud, lengkap keutamaan Puasa Daud

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi.com
Puasa Daud dan Keutamaannya 

TRIBUNJAMBI.COM - Puasa Daud adalah  puasa sunnah selang seling misal sehari puasa besok tidak.

Berikut bacaan niat Puasa Daud dan keutamaannya :

 1. Niat  Puasa Daud

Nawaitu shauma daawuda sunnatal lillahi ta'ala".

Artinya, "Saya berniat puasa Daud, sunah karena Allah Ta'ala.

2. Keutamaan Puasa Daud

Berikut diantara keutamaan  Puasa Daud yakni mengikuti sunnah Rasulullah.

“‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat kabar bahwa ‘Abdullah berkata, “Demi Allah aku akan berpuasa di siang hari dan aku shalat di malam hari terus menerus sesuai kemampuanku.” Kemudian ‘Abdullah mengatakan bahwa ia telah mengatakan seperti itu sembari bersumpah dengan ayah dan ibunya.

Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh engkau tidak bisa melakukan seperti itu. Cukuplah berpuasa sehari dan luangkan waktu untuk tidak puasa.

Dirikanlah shalat malam, namun tetap tidurlah. Atau berpuasalah setiap bulannya minimal tiga hari karena satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Jika demikian, hitungannya sama saja dengan puasa dahr (setahun penuh)“.

‘Abdullah berkata pada Nabi - shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau masih mampu lebih dari itu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau begitu berpuasalah sehari, lalu berikutnya tidak puasa dua hari“. ‘Abdullah berkata pada Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau masih mampu lebih dari itu.

Beliau bersabda, “Kalau begitu berpuasalah sehari, lalu berikutnya tidak puasa sehari. Inilah yang disebut puasa Daud ‘alaihis salam.
Puasa Daud inilah sebaik-baik puasa“. ‘Abdullah masih berkata pada Nabi - shallallahu ‘alaihi wa sallambahwa beliau masih mampu lebih dari itu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Tidak ada yang lebih afdhol dari itu” (HR. Bukhari no. 1976 dan Muslim no. 1159).

3. Tata Cara Puasa Daud

Cara mengerjakan Puasa Daud adalah dengan sehari puasa dan esoknya tidak, begitu seterusnya.

Jika kondisi  tidak memungkinkan untuk Puasa Daud sebaiknya tidak dikerjakan atau ditunda lain kesempatan.

Misal sedang ada tamu maka demi menghargai tamu tersebut boleh meninggalkan Puasa Daud.

Puasa Daud bisa dikerjakan di lain hari.

Begitu juga saat kondisi sedang sakit maka Puasa Daud boleh ditinggalkan.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan dalam satu riwayat  ada seseorang musafir yang sedang sandaran di pohon tampak lemah hingga nabi bertanya.
Kamu kenapa? kata orang ini ana Soim anak (saya puasa).

 Kata Nabi kamu itu nggak bagus puasa dalam perjalanan jauh," jelas Ustaz Adi Hidayat.

Maksud hadis ini jika tidak kuat sebaiknya tidak dianjurkan mengerjakan puasa sunnah termasuk Puasa Daud.

Seseorang yang tidak bisa mengerjakan amalan sunnah tersebut karena sakit atau safar maka pahalanya tetap diberikan.

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat.” (HR. Bukhari, no. 2996)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved