Tips Kesehatan
Penyebab Gangguan Makan dan Cara Mengatasinya
Risiko memiliki gangguan makan dapat menjadi lebih tinggi akibat beberapa faktor sebagai berikut:Masa pubertas atau Mengalami gangguan kecemasan.
TRIBUNJAMBI.COM - Gangguan makan adalah penyakit yang kompleks.
Meskipun kita tidak mengetahui secara pasti apa penyebabnya, kondisi ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor.
Mengutip Healthline, risiko memiliki gangguan makan dapat menjadi lebih tinggi akibat beberapa faktor sebagai berikut:
- Masa pubertas
- Mengalami gangguan kecemasan atau depresi
- Memiliki trauma
- Genetika, peneliti percaya bahwa gangguan makan dapat terjadi secara turun-temurun
Ciri kepribadian, seseorang yang impulsif, perfeksionisme, dan neuroticisme memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan makan
Pengaruh lingkungan atau preferensi budaya, dapat memberikan tekanan untuk menjadi kurus.
Tipe
Melansir Healthline, gangguan makan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:
Binge eating disorder atau makan berlebihan
Anoreksia nervosa, menganggap diri kelebihan berat badan, bahkan jika pada kenyataan bahwa Anda sangat kurus
Bulimia nervosa, cenderung berkembang selama masa remaja yang menyebabkan Anda sering makan dalam jumlah besar dalam jangka waktu tertentu
Pica, mendambakan zat non-makanan, seperti es, kotoran, tanah, kapur, sabun, kertas, rambut, kain, wol, kerikil, deterjen, atau tepung jagung
Rumination disorder, memuntahkan kembali makanan yang sebelumnya telah dikonsumsi, dan kemudian menelannya kembali
Avoidant/restrictive food intake disorder (ARFID), kurangnya minat makan atau tidak menyukai bau, rasa, warna, tekstur, atau suhu tertentu
Purging disorder, melakukan perilaku seperti muntah atau olahraga berlebihan untuk mengontrol berat badan atau bentuk tubuh
Night eating syndrome, sering makan berlebihan setelah bangun dari tidur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/nikmati-paket-makan-murah-di-luminor-hotel-jambi.jpg)