Breaking News:

Puluhan Kilometer Sungai Primer di Tanjab Timur Alami Pendangkalan, Kades: Saya Malu dengan Warga

Sepanjang 36 km dari empat batang parit di sungai Lambur Kecamatan Muara Sabak Timur, Tanjab Timur mengalami pendangkalan.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
Sepanjang 36 km dari empat batang parit di sungai Lambur Kecamatan Muara Sabak Timur, Tanjab Timur mengalami pendangkalan. 

Laporan wartawan tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Sepanjang 36 km dari empat batang parit di sungai Lambur Kecamatan Muara Sabak Timur, Tanjab Timur mengalami pendangkalan.

Terkait kondisi yang menjadi keluhan warga Desa Lambur I tersebut, Kepala Desa Lambur I Sutar menuturkan, pendangkalan tersebut sudah berlangsung sejak lama. 

Bahkan sudah beberapa kali usulan diajukan ke pihak terkait termasuk balai. Tidak hanya melalui surat resmi pihaknya juga sudah secara langsung mendatangi kantor BWSS yang ada di Jambi namun belum juga menemukan hasil. 

Dikatakannya, ada total 36 km panjang batang parit yang berada di empat jalur di Desa Lambur tersebut yang mengalami pendangkalan. Berdasarkan sepengetahuannya terakhir kali dilakukan normalisasi pada tahun 2005 silam. 

"Artinya sudah bukan belasan tahun lagi, sudah puluhan tahun tidak ada normalisasi," jelasnya.

Baca juga: Harga Sawit Naik, Petani di Tanjab Timur Menjerit Harga Pupuk Melambung Tinggi

Selain persoalan tanaman liar yang menyebabkan sungai menjadi dangkal, juga ada juga sampah sampah yang berada di permukaan air yang juga ikut membuat aliran tersendat. Ditambah ada juga aktivitas bongkar muat di pinggiran sungai yang menyebabkan sebagian tanah menjadi ambrol dan menimbun sungai. 

"Namanya warga banyak, jadi banyak faktor yang memang membutuhkan penangan  besar," jelasnya. 

Terkait permohonan pihaknya mengaku selalu mengajukan setiap tahunnya. Sampai sampai dirinya merasa malu dengan warganya pasalnya warga sudah berharap namun kenyataannya tidak ada realisasi hingga saat ini.

Baca juga: Petani di Tanjab Timur Berhasil Sulap Nanas Jadi Beragam Olahan Kuliner

"Malu itu jelas, setiap rapat dibahas dan diusulkan. Warga selalu berharap namun tidak ada realisasinya warga pun menilai lain terhadap pemerintah Desa," tuturnya. 

Berbagai upaya juga sudah dicoba oleh warga, mulai pengerukan secara swadaya namun upaya tersebut tidak maksimal dan percuma. Solusi satu satunya adalah langkah Normalisasi menggunakan alat berat. (usn) 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved