Breaking News:

Petani di Tanjab Timur Berhasil Sulap Nanas Jadi Beragam Olahan Kuliner

Petani nanas di Desa Jatimulyo, Tanjab Timur sukses membuat nanas menjadi berbagai olahan kuliner menarik.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
Petani nanas di Desa Jatimulyo, Tanjab Timur sukses membuat nanas menjadi berbagai olahan kuliner menarik, salah satunya sirup nanas. 

Laporan wartawan tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kelompok Tani Sido Dadi UMKM Srikandi di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur sukses membuat nanas menjadi berbagai olahan kuliner menarik. 

Di hamparan lahan yang mencapai lebih kurang enam hektare, ribuan taman nanas terhampar indah di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dendang tersebut, bahkan lokasi ini menjadi satu satunya sentral nanas di Tanjab Timur

Ketua Kelompok UMKM Srikandi, Juniarti Sinurat kepada tribunjambi.com menuturkan, awalnya lahan yang mencapai 6 hektar tersebut merupakan kawasan perkebunan sawit warga. 

Hanya saja produksi sawit di daerah tersebut kurang maksimal, sehingga para petani beralih menanam nanas yang ternyata cukup baik. terutama untuk kawasan gambut. 

"Awalnya kita coba coba tanam nanas, eh ternyata bagus. Ternyata kawasan gambut cukup baik juga untuk tanaman Nanas, " ujarnya, Minggu (17/10).

"Dengan kawasan bergambut ini, juga sangat baik bagi pupuk alami nanas. Sehingga nanas kita terkenal juga dengan sebutan nanas organik karena pupuknya memang alami tanpa pestisida, " tambahnya.

Baca juga: Resep Gulai Daging Nanas, Buat Daging Jadi Lebih Lembut

Lanjutnya, dari hasil budidaya pertanian nanas ini pula, kelompok UMKM Srikandi ini berhasil membuat hasil olahan berbahan baku nanas. Diantaranya olahan sirup, stik nanas, dodol, olahan kue, selain dan bahkan permen nanas

Saat ini UMKM Srikandi ini sendiri tengah berupaya mengurus HKI untuk produk produk unggulan mereka, dengan tetap mengutamakan sumberdaya alam yang ada di Tanjabtim. 

"Kita usulkan namanya Permata Gambut, karena kita tidak ingin melupakan gambutnya yang memang menjadi sumber utama, " jelasnya. 

Dalam sekali panen, para petani bisa mendapatkan lebih kurang 1000 biji nanas. Meski panennya secara kontinyu bertahap. Dalam satu bulan itu rata rata sampai 1000 butir. 

Untuk pemasaran sendiri, untuk loka saja para petani masih kekurangan untuk memenuhi kebutuhan. Pasalnya setiap kali musim panen tiba maka para pembeli akan datang dengan sendirinya kesini untuk kembali dijual secara eceran. (usn) 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved