Pasca Penangkapan Harimau di Merangin, BKSDA Terus Lakukan Patroli dan Pasang Kamera Trap
BKSDA Satuan Kerja Wilayah (SKW) I masih melakukan patroli pasca penangkapan harimau yang memangsa tiga warga Merangin.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Satuan Kerja Wilayah (SKW) I masih melakukan patroli pasca penangkapan harimau yang memangsa tiga warga Merangin.
Patroli ini dilakukan untuk memastikan keberadaan harimau di Kecamatan Renah Pembarap, lokasi penangkapan harimau.
Kepala Satuan Kerja Wilayah (SKW) I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Udin Ikhwanudin mengatakan patroli dilakukan di tiga desa.
Tiga desa itu yakni Desa Air Batu, Marjus Jaya, Guguk, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin.
Udin mengatakan bahwa setelah penangkapan itu pihaknya tetap melakukan patroli di sekitar lokasi penangkapan harimau sebelumnya.
Hal itu dilakukan guna memastikan dan memantau keberadaan harimau di lokasi tersebut.
"Kita tetap melakukan patroli, jerat dan kamera trap masih berada dilapangan. Itu guna memastikan dan memantau keberadaan harimau dilokasi itu," katanya.
Baca juga: Harimau yang Terkam Warga Merangin Ditemukan Dalam Kondisi Kritis
Baca juga: Ini Penyebab Tiga Warga Merangin Diserang Harimau Sumatera
Sehingga diharapkan kedepannya tidak ada korban jiwa dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasanya.
Sementara untuk lokasi itu, Udin mengatakan pihaknya menetapkan status katagori rawan konflik harimau dengan manusia, karena sudah menyebabkan korban jiwa. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/satu-ekor-harimau-berhasil-diamankan-di-desa-guguk-kecamatan-renah-pembarap-merangin.jpg)