Breaking News:

Ini Penyebab Tiga Warga Merangin Diserang Harimau Sumatera

BKSDA Provinsi Jambi ungkap faktor Harimau Sumatera serang tiga warga di Kabupaten Merangin.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Harimau sumatera yang menyerang warga Merangin berhasil ditangkap. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi ungkap faktor Harimau Sumatera serang tiga warga di Kabupaten Merangin.

Dalam rilis resminya, Kepala BKSDA Jambi Rahmad Saleh mengungkap ada dua faktor Harimau Sumatera berjenis kelamin betina tersebut menyerang warga, yakni faktor habitatnya yang terganggu, serta kondisi kaki kanan harimau yang mengalami luka jerat.

Hal tersebut diungkapkan Rahmad, lantaran mendapati harimau dengan kondisi memprihatinkan, dengan badan kurus dan kaki kanan yang sudah mengalami luka saat dilakukan evakuasi, Sabtu (16/10/2021).

Sehingga dengan kondisi luka berat, membuat harimau yang diperkirakan berusia 10 sampai 12 tahun dengan panjang sekira 180 sentimeter tersebut, kewalahan untuk berburu di alam liar.

"Jadi kondisinya cukup memprihatinkan, dan tentu dia kewalahan untuk mencari mangsa," kata Rahmad, Minggu (17/10/2021) sore.

Dia juga mengatakan, dengan kondisi yang kritis tersebut, akan mengancam keselamatan harimau, jika dievakuasi dengan bius.

"Fisiknya sudah tidak sanggup, sehingga kita putuskan untuk langsung evakuasi tanpa bius," bilangnya.

Baca juga: Akhirnya Harimau yang Diduga Terkam Warga di Merangin Berhasil Diamankan

Baca juga: Hendak Cari Keberadaan Harimau, Anggota FFI Dikabarkan Tenggelam di Sungai Langkup Merangin

Dari pendataan yang dilakukan timnya, kata Rahmad, sejak Tahun 2012 lalu, pihaknya sudah mendata bahwa Hutan Desa Guguk, Desa Airbatu dan Desa Marus Jaya, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, yang saat ini menjadi konflik antara manusia dan harimau tersebut merupakan habitat asli Harimau Sumatera.

"Sejak Tahun 2012, kita sudah mendata keberadaan harimau di wilayah tersebut dan belum ada laporan konflik, hingga pada 15 Oktober kemarin ada korban, selain terganggunya habitat, kondisi luka jerat di kaki harimau, menyulitkan dia mencari mangsa di tengah hutan," jelasnya.

Kata Rahmad, jarak dari tiga kejadian konflik harimau dengan warga ini, dengan pemukiman hanya berjarak dari 5-10 Km.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved