Breaking News:

Kebakaran Hutan dan Lahan Jadi Ancaman Serius dI Tanjab Barat

Kepala BPBD Tanjab Barat, Zulfikli menyebut daerah di bantaran sungai rawan amblas dan longsor.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Danang
Kepala BPBD Tanjab Barat, Zulfikli. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Dalam beberapa hari terakhir terjadi musibah rumah hanyut karena tanah amblas di bantara sungai Pengabuan, Tanjab Barat.

Kepala BPBD Tanjab Barat, Zulfikli menyebut daerah di bantaran sungai rawan amblas dan longsor.

Namun di Tanjab Barat, ada bencana yang lebih berisiko dibanding abrasi, longsor dan banjir.

Hal ini dikatakan langsung oleh Zulkifli saat ditemui di kantornya pada Kamis (14/10/2021).

"Kalau pemetaan langsung dari BNPB, resiko tinggi potensi ancaman bencana di Tanjab Barat itu kebakaran hutan dan lahan, sedangkan yang lain potensi sedang, seperti abrasi, longsor, dan banjir," jelasnya.

Wilayah hutan dan lahan di Provinsi Jambi memang menjadi perhatian pusat karena banyaknya kasus kebakaran hutan beberapa tahun belakangan ini, salah satunya di Tanjab Barat.

Zulkifli mengatakan, untuk kebakaran hutan dan lahan di Tanjab Barat pada tahun 2020 sendiri terjadi 6 titik yang terbakar, namun jumlah ini jauh menurun dibanding 2019 yang terjadi 88 titik kebakaran.

"Tahun lalu ada sekitar 6 titik kebakaran, alhamdulillahnya merosot jauh dari tahun sebelumnya yang ada 88 titik kebakaran," ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Longsor di Senyerang Tanjab Barat Dua Rumah dan Satu Musala Rusak

Baca juga: Bupati Tanjab Barat Bantu Korban Kebakaran di Tungkal Ilir dan Suak Samin

Ia melanjutkan untuk kebakaran lahan ini zona tertinggi ada di Kecamatan Senyerang, Batang Asam dan Betara.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved