Home and Garden
Cara Merawat Anggrek yang Tepat, Jangan Menyemprotkan Air ke Bunga
Sejumlah kesalahan dalam merawat anggrek yang harus dihindari, khususnya bagi pemula. Terlalu banyak memberikan air adalah salah satu kesalahan pemula
TRIBUNJAMBI.COM - Anggrek jadi tanaman yang populer di masyarakat.
Pesona anggrek tak lekang oleh waktu dan selalu jadi pujaan kala anggrek bermekaran.
Untuk membuat anggrek bisa berbunga dan tumbuh subur diperlukan perawatan yang tepat.
Beberapa kesalahan pun tanpa disadari dilakukan pemilik anggrek sehingga mengganggu pertumbuhan anggrek.
Dilansir dari Balcony Garden Web, Kamis (14/10/2021), berikut sejumlah kesalahan dalam merawat anggrek yang harus dihindari, khususnya bagi pemula.
1. Terlalu banyak memberikan air
Ini adalah salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan oleh pemula dalam merawat anggrek. Ingat, anggrek tidak seperti tanaman hias lainnya dan karena tidak tumbuh di tanah kebun biasa, kebutuhan penyiramannya juga berbeda.
Jangan menyirami tanaman anggrek setiap hari. Siram hanya ketika media tanam terasa agak kering saat disentuh.
Cara lain yang bisa Anda ikuti adalah menggunakan botol semprot, ini akan membantu Anda melembapkan media tanam secara merata namun tidak berlebihan.
Baca juga: Cara Merawat Anggrek di Dalam Ruangan, Jangan Terkena Paparan Sinar Matahari Terlalu Banyak
2. Memberi pupuk secara berlebihan
Orang sering berpikir bahwa pemupukan tanaman dengan frekuensi sering akan menghasilkan lebih banyak bunga, tapi itu tidak terjadi dengan anggrek. Hindari menggunakan terlalu banyak pupuk, terutama setiap minggu, karena lebih banyak ruginya ketimbang untungnya bagi anggrek.
Gunakan pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium dalam jumlah yang sama seperti 10-10-10 dalam kekuatan setengah atau seperempat, encerkan dengan air. Aplikasikan sekali dalam 5-6 minggu.
3. Meletakkan anggrek di tempat dingin
Jika Anda tinggal di iklim yang sejuk, maka hindari meletakkan tanaman di dekat jendela, di mana ia dapat menangkap angin dingin. Demikian pula, jauhkan tanaman dari ventilasi AC.
Tempatkan tanaman di lokasi yang aman dari suhu dingin. Jangan meletakkan tanaman pada suhu di bawah 10 derajat celcius.
Selain itu, hindari mengekspos anggrek pada perubahan suhu yang tiba-tiba.
4. Menyiram tanaman dengan air sadah
Menggunakan air sadah akan menghasilkan garam dan natrium berlebihan yang menumpuk di akar. Ini akan mencegah tanaman menyerap air dan nutrisi, mengakibatkan dedaunan layu dan tidak berbunga.
Pastikan Anda mendiamkan air keran semalaman untuk membantu garam mengendap. Anda juga dapat menggunakan air tanah, air sumur, atau air akuarium.
Baca juga: Rekomendasi Peletakan Tanaman Anggrek di Dalam Rumah, Dampaknya Bisa Menjaga Kelembapan dan Suhu
5. Meletakkan anggrek di bawah sinar matahari langsung
Tanaman hias menyukai sinar matahari. Akan tetapi, meletakkan anggrek di bawah paparan sinar matahari langsung adalah hal yang tidak boleh dilakukan.
Anda dapat meletakkan di jendela yang menghadap ke timur di mana tanaman bisa mendapatkan sinar matahari pagi yang ringan selama 1-2 jam.
Hindari meletakkannya di dekat jendela yang menghadap ke selatan di sore hari karena akan membakar daun.
6. Tidak memilih media tanam yang tepat
Jika Anda menggunakan tanah kebun untuk menanam anggrek, ini adalah kesalahan besar. Anggrek sangat sensitif terhadap media tanam yang digunakan, dan kebutuhan penyiramannya bervariasi sesuai dengan itu.
Untuk menanam anggrek, yang terbaik adalah menggunakan gambut atau lumut sphagnum, kulit pohon cemara, perlit, serpihan sabut kelapa, dan diatomit. Menggunakan campuran bahan-bahan ini dalam jumlah yang sama juga baik-baik saja.
Hindari menggunakan tanah biasa dan gunakan media tanam khusus anggrek untuk menumbuhkan tanaman.
Baca juga: Cara Membuat Anggrek Berbunga Banyak dengan Kotoran Kambing, Jemur di Bawah Sinar Matahari
7. Menyemprotkan air ke bunga
Anggrek menyukai kelembapan dan tumbuh subur di dalamnya. Namun, menyemprotkan air ke bunga akan menyebabkan kematian dini dan membuat bunga anggrek layu.
Semprotkan air pada daunnya, tetapi pastikan Anda tidak menyemprotkan air ke bunga. Meletakkan pot di atas nampan kerikil yang berisi air akan sangat membantu.
8. Tidak memberi ventilasi yang cukup
Anggrek berkembang dengan baik di lokasi yang berventilasi baik. Hindari memadatinya dengan tanaman hias lainnya.
Namun, Anda dapat mengelompokkan 2-3 anggrek untuk menciptakan lingkungan yang lembap.
9. Menyiram dari atas
Jangan menyirami tanaman dari atas. Selalu sirami tanah, hindari daun dan bunga.
Ini akan menyelamatkan tanaman dari pembusukan dan layu.
Baca juga: Menyiram Tanaman Anggrek dengan Es Batu, Buat Kebutuhan Air Tercukupi
10. Tidak menjaga kebersihan tanaman
Jangan hanya menyirami tanaman. Pastikan Anda melakukan pembersihan pada daun seminggu sekali untuk menghilangkan debu.
Gunakan kain katun lembut yang lembap dan bersihkan denganlembut. Ini akan menjaga dedaunan tetap bersih, membantu tanaman bernapas dengan baik.
11. Kurang memberi air
Anggrek membenci penyiraman yang berlebihan, tetapi ini tidak berarti bahwa Anda harus sedikit memberinya air. Penyiraman yang terlalu sedikit akan mengakibatkan daun menguning dan akan membuat tanaman kehilangan semua tunasnya.
Periksa media tanam setiap 3-4 hari sekali dan siram bila terasa kering saat disentuh.
12. Menyiram dengan air yang terlalu panas atau dingin
Yang terbaik adalah memastikan bahwa air berada pada suhu kamar sebelum Anda menyiram tanaman. Menggunakan air yang terlalu panas atau dingin akan "menyetrum" anggrek dan juga akan menyebabkan kerusakan akar.
Baca juga: Rekomendasi Anggrek Khas Indonesia: Ada Anggrek Bulan dan Anggrek Ki Aksara
Sumber: Kompas.com
Berita lain terkait home and garden
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/cara-merawat-anggrek-yang-tepat-c.jpg)