Hari Pahlawan
Sejarah Hari Pahlawan, Ribuan Warga Surabaya Gugur Dalam Pertempuran 3 Minggu Hadapi Sekutu
Berikut sejarah Hari Pahlawan yang ditandai selama Perang Surabaya 3 Minggu lamanya
Pada 27 Oktober 1945, perwakilan Indonesia berunding dengan pihak Belanda dan berakhir dengan kericuhan.
Penyebabnya karena Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan tersebut.
Ploegman tewas dicekik oleh Sidik di Hotel Yamato dan terjadi kericuhan.
Sejumlah warga berupaya masuk ke hotel, tetapi Hariyono dan Koesno Wibowo yang berhasil merobek bagian biru bendera Belanda sehingga bendera menjadi Merah Putih.
Kemudian pada 29 Oktober 1945, pihak Indonesia dan Inggris ada kesepakatan menandatangani gencatan senjata.
Keesokan harinya, kedua pihak bentrok dan menyebabkan Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris, tewas tertembak hingga mobil yang ditumpanginya diledakan oleh milisi.
Melalui Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia bersenjata harus melapor serta meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan.
Mereka juga meminta orang Indonesia menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas dengan batas ultimatum pada pukul 06.00, 10 November 1945.
Ultimatum tersebut membuat rakyat Surabaya marah besar hingga terjadi pertempuran 10 November.
Perang antara kedua kubu berlangsung tiga minggu.
Tokoh perjuangan yang menggerakkan rakyat Surabaya yakni Sutomo, K.H. Hasyim Asyari, dan Wahab Hasbullah.
Dalam pertempuran itu ribuan orang tewas termasuk tentara dan pasukan asing.
SUMBER ARTIKEL : Tribunjakarta.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/hari-pahlawan-dan-pertempuran-surabaya.jpg)