Senin, 25 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Hari Pahlawan

Sejarah Hari Pahlawan, Ribuan Warga Surabaya Gugur Dalam Pertempuran 3 Minggu Hadapi Sekutu

Berikut sejarah Hari Pahlawan yang ditandai selama Perang Surabaya 3 Minggu lamanya

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
Panoramio
Suasana Pertempuran 10 November Surabaya 

TRIBUNJAMBI.COM -Hari Pahlawan 10 November adalah sejarah bedar sebagai pengingat tentang Pertempuran Surabaya yang terjadi pada 1945.

Saat itu rakyat Surabaya bersama para pejuang bertempur melawan tentara Inggris.

Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 itu pun dikenang  sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959. 

Dikutip dari  buku Bung Tomo, Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempor 10 November karya Abdul Waid banyak kisah menarik dalam peristiwa bersejarah itu.

Peristiwa itu bermula akibat  terjadinya kekalahan Jepang, kemudian rakyat dan pejuang Indonesia berupaya keras mendesak para tentara Jepang untuk menyerahkan semua senjatanya kepada Indonesia.

Dikutip dari bone.go.id, setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, kondisi  Indonesia belum stabil, saat itu Indonesia masih bergejolak terutama antara rakyat dan tentara asing.

Hari Pahlawan 10 November adalah  peristiwa penting dalam sejarah negara Republik Indonesia.

Pasalnya, pada 10 November 1945 terjadi pertempuran  pascakemerdekaan, yang dikenal juga sebagai pertempuran Surabaya.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah mengeluarkan maklumat yakni  mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan di seluruh wilayah Indonesia.

Gerakan pengibaran bendera tersebut meluas termasuk  di Surabaya.

Pada pertengahan September, tentara Inggris mendarat di Jakarta dan tiba  berada di Surabaya pada 25 September 1945.

Tentara Inggris tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) tergabung bersama dengan tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration).

Tugas tentara asing itu adalah melucuti tentara Jepang dan memulangkan mereka ke negaranya, membebaskan tawanan perang yang ditahan oleh Jepang, sekaligus mengembalikan Indonesia kepada pemerintahan Belanda sebagai negara jajahan.

Aksi mereka mendapat rekasi kemarahan  dari warga Surabaya, mereka menganggap Belanda menghina kemerdekaan Indonesia dan melecehkan bendera Merah Putih.

Warga marah besar  dengan berkerumun di depan Hotel Yamato kemudian  meminta bendera Belanda diturunkan lalu kibarkan bendera Indonesia.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved