Breaking News:

Berita Batanghari

Pertumbuhan Ekonomi di Batanghari Terkontraksi -0.27 Persen, Ini Penjelasan BPS

BPS Batanghari mencatat pertumbuhan ekonomi di daerah ini dilihat dari produk domestik regional bruto (PDRB) terkontraksi -0,27 persen.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Wira
Maypen Hery selaku Kepala BPS Batanghari 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Batanghari mencatat pertumbuhan ekonomi di daerah ini dilihat dari produk domestik regional bruto (PDRB) terkontraksi -0,27 persen.

“Sisi pertumbuhan perekonomian di Batanghari dalam situasi pandemi Covid-19 pada 2020 sangat berpengaruh dan berdampak. Semua sektor pertanian, pertambangan, industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas serta semua sektor itu terjadi kontraksi pertumbuhan yang menurun,” kata Maypen Hery selaku Kepala BPS Batanghari, Rabu (6/10/2021).

Sektor-sektor yang mengalami penurunan pertumbuhan sebelumnya sektor pertanian juga termasuk. Dikatakan dia sebelumnya pada 2019 sektor pertanian capai 4.56 persen kini alami penurunan hingga 1,62 persen.

Ia mengatakan tetapi ada juga sektor yang mengalami pertumbuhan negatif, kontraksi itu seperti pertambangan dan penggalian -3.82 persen, industri pengolahan -1.1 persen serta transportasi dan pergudangan capai 2.84 persen.

“Jadi secara keseluruhan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Batanghari pada 2020 mengalami kontraksi -0.27 persen,” ujarnya.

Konstribusi terhadap perekonomian di Kabupaten Batanghari dijelaskannya pada 2020 masih yang terbesar adalah sektor pertanian.

Sektor pertanian itu kontribusinya 42.75 persen. Kedua, industri pengolahan sebesar 11.46 persen, diikuti sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan lainnya sebesar 9.39 persen.

“Pertumbuhan perekonomian ini kita ambil sampel secara keseluruhan, kita tidak bisa merinci dari suatu kecamatan. Jadi kalau misalnya mau mendapatkan informasi terkait peranan pertanian mungkin bisa menghubungi instasni terkait,” ucapnya.

Sementara itu, nilai tukar petani (NTP) ia melihat pada 2021 terjadi kenaikan. Misalnya pada Agustus 2021, secara umum atau gabungan dari semua sektor itu mencapai 127.03 persen dan pada September naik menjadi 130.94 persen.

“Bisa dikategorikan bahwa petani secara umum di Batanghari sejahtera. Karena nilai NTP di atas 100 persen berarti ada saving. Tetapi ini kan hanya melihat secara gabungan saja,” ujarnya.

Jika ditinjau dari sisi sektor komoditi tanaman pangan ia sebut justru NTP-nya capai 96.32 persen artinya petani Batanghari untuk memenuhi penghidupannya belum mencukupi.

“Makanya ada intervensi dari pemerintah dengan memberikan bantuan bibit dan bantuan pupuk kepada petani,” tambahnya.

Tanaman holtikultura NTP nya sebesar 94.59 persen ia katakana yang paling menonjol dari semua sektor adalah tanaman perkebunan rakyat, ia bilang cukup sejahtera dengan NTP mencapai 140.47 persen.

“Bisa dibayangkan kalau petani kita sebagian besar bergerak disektor perkebunan rakyat maka akan lebih sejahtera. Sisi perternakan NTP nya sebesar 100.68 persen, untuk perikanan tangkap itu NTPnya 114.76 persen dan perikanan budidaya capai 100.36 persen,” pungkasnya.

Baca juga: BPS Provinsi Jambi Adakan Wabiner dan Kenalkan Produk Terbarunya

Baca juga: BPS Provinsi Jambi: Komoditi Makanan Beri Sumbangan Terbesar Garis Kemiskinan

Baca juga: Catatan BPS, Nilai Ekspor Provinsi Jambi di Agustus 2021 Naik Sebesar 13,69 Persen

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved