BPS Provinsi Jambi: Komoditi Makanan Beri Sumbangan Terbesar Garis Kemiskinan
Wahyudin, Kepala BPS Provinsi Jambi menjelaskan, tingkat kemiskinan Provinsi Jambi periode Maret 2011-Maret 2020 secara relatif mengalami penurunan...
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Pusat Statistik (BPS Provinsi Jambi kembali merilis data profil kemiskinan di Provinsi Jambi untuk bulan Maret 2020. Pada Maret 2020, Persentase Penduduk Miskin (PO) Jambi 7,58 persen. Angka tersebut naik 0,07 persen poin dibanding September 2019 yang sebesar 7,51 persen. Tetapi jika dibanding Maret 2019 ada penurunan 0,02 persen poin.
Wahyudin, Kepala BPS Provinsi Jambi menjelaskan, tingkat kemiskinan Provinsi Jambi periode Maret 2011-Maret 2020 secara relatif mengalami penurunan, kecuali pada periode Maret-September 2015 mengalami kenaikan cukup signifikan. Sedangkan secara absolut selama periode Maret 2011-Maret 2020 mengalami kenaikan jumlah penduduk miskin dari 272,77 ribu orang pada Maret 2011 menjadi 277,80 ribu orang pada Maret 2020.
Jika dibanding dengan jumlah penduduk miskin pada September 2019, maka selama enam bulan tersebut terjadi penambahan jumlah penduduk miskin sebanyak 4,4 ribu orang. Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2019-Maret 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami penambahan sebanyak 8,5 ribu orang dan daerah pedesaan turun sebesar 4,0 ribu ribu orang.
• Cash Promo Bulan Ini, Rp 90 Juta Beli Rumah di Berlian Residence
• Ini Motif Utama Selebritis Kerap Tergoda Prostitusi Online, Artis FTV hingga Selebgram Paling Banyak
• Sri Mulyani Sebut Gaji ke 13 Bagi PNS, TNI/POLRI Sudah Masuk APBN, Cek Besaran dan Jadwal Pencairan
"Persentase penduduk miskin di perkotaan naik dari 9,75 persen menjadi 10,41 persen, sedangkan di perdesaan ada penurunan dari 6,44 persen menjadi 6,23 persen dibandingkan dengan September 2019," ujarnya, Rabu (15/7/2020).
Selama periode September 2019-Maret 2020, Garis Kemiskinan naik sebesar 4,09 persen. Dari Rp 464.558 per kapita per bulan pada September 2019 menjadi Rp 483.542 per kapita per bulan pada Maret 2020.
Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK) yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), terlihat bahwa peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan di antaranya perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.
"Besarnya sumbangan GKM terhadap GK pada Maret 2020 sebesar 76,13 persen," kata Wahyudin.
Komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan baik di perkotaan maupun di perdesaan pada umumnya sama, seperti beras yang memberi sumbangan sebesar 18,70 persen di perkotaan dan 23,96 persen di perdesaan.
Rokok kretek filter juga memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan, 14,10 persen di perkotaan dan 14,03 persen di perdesaan. Komoditi lainnya adalah daging ayam ras 4,74 persen di perkotaan dan 4,06 persen di perdesaan; cabe merah 4,28 persen di perkotaan dan 3,97 persen di perdesaan; dan telur ayam ras 4,27 persen di perkotaan dan 3,97 persen di perdesaan.
Sedangkan komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan besar adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, perlengkapan mandi, hal ini terjadi baik di perkotaan maupun di perdesaan.
Jika dilihat dari persentase dan jumlah penduduk miskin se-Sumatera Maret 2020, persentase penduduk miskin terbesar berada di Provinsi Aceh yaitu sebesar 14,99 persen. Sementara persentase penduduk miskin terendah di Provinsi Bangka Belitung yaitu sebesar 4,53 persen.
"Dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin berada di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung, sedangkan jumlah penduduk miskin terendah berada di Provinsi Bangka Belitung," tutup Wahyudin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/wahyudin-kepala-bps-provinsi-jambi.jpg)