Breaking News:

Berita Batanghari

Kades Kubu Kandang Tagih PT HAL Pembayaran Senilai Puluhan Juta

Berita Batanghari-Harun mengaku sudah beberapa kali memberikan tanggapan ke Inspektorat dan Kejaksaan Negeri atas permasalahan yang ada di desanya

Penulis: A Musawira | Editor: Nani Rachmaini
MUSAWIRA/TRIBUNJAMBI.COM
Harun selaku Kades Kubu Kandang, Kecamatan Pemayung. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Kepala Desa (Kades) Kubu Kandang dan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) telah beberapa kali mendatangi kantor Inspektorat Daerah dan Kejaksaan Negeri Batanghari atas permasalahan pengelolaan dana BUMDes.

Harun mengaku sudah beberapa kali memberikan tanggapan ke Inspektorat dan Kejaksaan Negeri atas permasalahan yang ada di desanya apalagi terkait BUMDes dan PT Hutan Alam Lestari (HAL).

Desa Kubu Kandang Kecamatan Pemayung wilayah yang dipimpin Harun menerima modal awal dari pemerintah untuk BUMDes sebesar Rp 270 juta sejak 2019 dengan dua unit usaha pakan ikan dan Do Sawit.

”Pada 2019 BUMDes kita sudah jalan, namun pertengahan 2020 Do Sawit tidak berjalan lagi karena ada kendala pembayaran dari pihak perusahaan PT HAL," kata Harun selaku Kades Kubu Kandang, Rabu (6/10/2021).

Kades Harun menyatakan bahwa PT HAL belum melaksanakan pembayaran kepada BUMDes sekitar Rp 70 juta. Permasalahan ini telah terjadi sejak Agustus 2020 lalu.

Akibat belum dibayarnya oleh PT HAL Harun mengatakan unit usaha DO Sawit tak lagi beroperasi.

“Kami dari pihak desa memberi batas waktu secepat mungkin untuk dibayarkan karena usaha ini modalnya terus bergulir setiap tahun,” ujarnya.

Unit usaha pakan ikan masih berjalan namun Kades berujar terkait permasalahan ini pihak PT HAL berjanji dalam rentang waktu Oktober-Desember tahun ini akan melunasi sisa pemabayaran.

“Waktu itu PT HAl sedang mengalami valid, itu alasan mereka. Kami sudah konsultasi dan berkirim surat, selambat-lambatnya pada 15 Oktober-Desember 2021 ini mereka harus bayar,”

“Saya minta bantu dengan media untuk ke depan supaya perusahaan saling bersinergi bersama masyarakat dan mudah-mudahan pihak PT HAL tak menghindari utang karena kita telah berupaya semaksimal mungkin untuk berkomunikasi kalau tidak juga dibayar akan kita laporkan ke pihak tertentu karena kami sudah kewalahan,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Solusi Elpiji 3 Kg Tak Dijual Sembarangan, Pemkab Batanghari Sambut Wacana Kartu Sembako

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi di Batanghari Terkontraksi -0.27 Persen, Ini Penjelasan BPS

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved