Breaking News:

Peninggalan Sejarah

Menelusuri Peninggalan Belanda di Pentagen Kerinci, Dulu Nekat ke Lokasi Hilang Tak Kembali

Berita Kerinci-Untuk menuju lokasi kita melewati objek wisata taman pertiwi. Dari taman pertiwi kita jalan kaki meliwati kebun warga

Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
HERUPITRA/TRIBUNJAMBI.COM
Menelusuri Peninggalan Belanda di Pentagen Kerinci, Nekad Kelokasi Ditembak Mati 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Di sebuah desa di Kabupaten Kerinci tepatnya Desa Pendung Talang Genting (Pentagen), Kecamatan Danau Kerinci, terdapat bangunan peninggalan zaman penjajahan Belanda.

Belum diketahui digunakan untuk apa bangunan tersebut dahulunya, karena saat itu warga pribumi dilarang ke lokasi bangunan tersebut.

Selasa (5/10/2021), tribunjambi.com, mendatangi tempat tersebut.

Lokasinya tidak jauh dari perkampungan warga, terdapat di perkebunan warga setempat.

Untuk menuju lokasi kita melewati objek wisata taman pertiwi. Dari taman pertiwi kita jalan kaki meliwati kebun warga sepanjang lebih kurang 300 meter.

Bangunan yang terbuat dari beton itu terdapat di hamparan lahan seluas dua sampai tiga hektare. Bangunannya hanya tersisa beton berbentuk pondasi.

Beton-beton yang tersisa berbentuk ruangan-ruangan. Selain itu juga ada beton yang berbentuk benteng yang tingginya sekira 6 meter.

Sisa-sisa bangunan tersebut tidak dirawat dan dibiarkan begitu saja.

"Rencana mau dibersihkan oleh desa, tapi masyarakat masih takut dan ragu kalau-kalau nanti masih ada bahan ledakan yang terdapat di sini," ujar Rudi warga desa setempat.

Dia menyebutkan, berdasarkan penuturan orang-orang terdahulu, bangunan tersebut merupakan tempat pabrik kopi.

Namun berdasarkan penelitian belum bisa dipastikan itu pabrik kopi dan ada yang menyebutkan bekas penambangan emas.

"Ceritanya masih simpang siur. Yang jelas ini merupakan peninggalan Belanda," tuturnya.

Ia juga menyebutkan, saat bangunan itu berdiri di zaman penjajahan Belanda, berdasarkan cerita terdahulu, bahwa aktivitas di bangunan tersebut sangat dirahasiakan. Bahkan warga pribumi dilarang untuk datang ke lokasi.

Jika ada yang nekat datang dipastikan tidak akan bisa kembali ke rumah. Mereka akan dihabisi oleh orang yang menguasai bangunan tersebut.

"Ceritanya seperti itu, warga pribumi dilarang ke sini (bangunan belanda, red). Jika ada warga yang datang akan dihabisi," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved