Berita Sarolangun

Bencana Alam Mengintai Sarolangun, Beberapa Lokasi Terjadi Longsor dan Abrasi

BPBD Sarolangun mengungkap adanya potensi terjadi siaga hidrometeorologi, seperti hujan lebat dengan adanya angin kencang, bencana longsor.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/rifani halim
Trianto, Kepala BPBD Sarolangun. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - BPBD Sarolangun mengungkap adanya potensi terjadi siaga hidrometeorologi, seperti hujan lebat dengan adanya angin kencang, bencana longsor, kilat dan juga petir.

"Kita sudah memberikan informasi berjenjang sesuai dengan kewenangan masing-masing untuk menghadapi masuknya musim hujan saat ini," kata Trianto Kepala BPBD Sarolangun, Minggu (3/10/2021).

Menurutnya, curah hujan sedang maupun lebat ini mengakibatkan beragam kondisi di lapangan muka air mengalami peningkatan.

Hal tersebut tentu memicu kekhawatiran terhadap masyarakat yang bermukim dekat dengan aliran sungai.

"Kemungkinan ini akan terjadi banjir, abrasi atau adanya longsor disepanjang tebing yang ada disekitar sungai," kata dia.

Untuk bencana angin kencang, dia menceritakan pernah sewaktu kejadian lalu menerpa wilayah di Kecamatan Sarolangun, Mandiangin dan juga Cermin Nan Gedang (CNG).

Ia menyebutkan, beragam kejadian bencana yang pernah terjadi diwilayah Kabupaten Sarolangun.

Di antaranya bencana longsor Kecamatan Batang Asai, tepat di daerah bukit raya yang kerap terjadi dan dihimbau kewaspadaan untuk masyarakat.

Baca juga: Intensitas Hujan di Sarolangun Cenderung Meningkat, Warga Diingatkan Waspada Banjir dan Longsor

"CNG dan Limun juga kerap terjadi longsor karena daratannya pegunungan. Kemudian yang berpotensi banjir itu di daratan rendah, mulai dari Limun, CNG, Mandiangin, Pauh," jelasnya.

Pihaknya juga telah melakukan pemetaan survei dilapangan pula terdapat beberapa daerah yang mengalami abrasi atau longsor sungai.

Berdasarkan data yang dimiliki, pertama terjadi di daerah Pelawan, Penegah di Desa Pulau Aro.

Kemudian daerah Dusun Baru yang mengalami abrasi hampir memakan badan jalan desa.

"Disana ada pemukiman, SD dan bangunan milik pemerintah lainnya. Terkahir juga ada di Desa Batu Penyabung yang hampir memakan rumah warga. Dapur sebagian telah mengalami longsor dan ada 20 rumah yang kisaran panjang abrasinya sekitar 200 meter," tambahnya.

Pihaknya kembali menghimbau, kepada warga yang rumahnya mengalami longsor sungai untuk sementara dapat menghindar terlebih dahulu.

Mengingat lokasi yang masih berpotensi terjadi longsor sungai susulan apalagi ketika sering terjadi hujan.

Untuk daerah lainnya seperti Desa Baru juga diakui mengalami pengikisan daratan hampir 1 meter disetiap tahunnya.

"Sudah kita petakan dan usulkan untuk dijadikan penanganan," pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun masih belum menaikan status siaga bencana.
Menurut informasi, apabila di lapangan potensi bencana kian meningkat akan berpotensi dijadikan status siaga darurat hidrometerologi.

Baca juga: Bekas Longsor di Batang Asai Sarolangun Masih Menutupi Jalan, Warga Terpaksa Dorong Motor

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved