Breaking News:

Berita Kota Jambi

Siapakah yang Berpeluang Menjadi Wali Kota Jambi setelah Fasha? Ini Pandangan Pengamat Politik

Berita Jambi-Syarif Fasha hanya berpeluang untuk maju dalam Pemilihan Gubernur atau Pemilihan Legislatif. Hingga muncul asumsi

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Nani Rachmaini
SAMSUL BAHRI/TRIBUNJAMBI.COM
Dr. Pahrudin HM, M.A, Analis Politik Universitas Nurdin Hamzah Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Secara regulasi Syarif Fasha tidak bisa mencalonkan walikota di 2024. Syarif Fasha hanya berpeluang untuk maju dalam Pemilihan Gubernur atau Pemiluhan Legislatif.

Hingga muncul asumsi siapa yang akan memiliki peluang besar menjadi pengganti Syarif Fasha. Terhadap hal ini, Dr. Pahrudin HM, M.A, Analis Politik Universitas Nurdin Hamzah Jambi, menanggapi hal tersebut.

"Dalam konteks sekarang yang berpeluang itu adalah yang menjabat atau petahana ya sosoknya itu maulana. Jadi mau tidak mau, kalo pun di laksanakan hari ini maka maulana di urutan pertama," ungkapnya.

Hal ini lantaran posisi Maulana yang masih menjabat dan ini menjadi pandangan tersendiri di masyarakat. Ini lah yang menjadi suatu pekerjaan dari Partai Politik untuk mulai meminang tokoh-tokoh potensial saat ini.

"Misal maulana, itu partai lain sudah bisa mendekat. Karena jangan sampai nanti ketinggalan kereta karena figur yang di usung ini sangat menentukan keberlangsungan partai. Apalagi pileg dan pilkada agak berdekatan belum lagi kita bicara logistik," terangnya.

Pahrudin menyebut bahwa saat ini tokoh-tokoh potensial sudah harus di perhitungkan dan di cermati. Seperti halnya PKS, Demokrat, PAN atau partai lainnya.

Bahkan Ia menyebut selain meminang, partai juga sejak dini sudah mengusung tokoh potensial.

"Harus sejak awal. Memang partai itu sudah menepati pilihan di awal, biar publik tahu. Tokoh potensial mulai di dekati dan mendekati jadi pro aktif, jadi sama-sama mendekati. Partai sudah melihat kira-kira tokoh ini potensial nggak, sesuai visi misi partai ngak. Kalo kita sudah mendeteksi sejak dini, kemungkinan buruk bisa di minimalisasi," ungkapnya.

Ia memandang bahwa sampai saat ini belum ada sosok yang di munculkan ke publik. Ia berharap bahwa sebetulnya itu mulai di lakukan dari partai.

"ya kita mengharap ada kegiatan atau aktifitas politik yang mengarah pada figur yang akan di usung. Misalnya partai A buat survey atau kegiatan yang bagian dari sosialisasi atau pendidikan politik ke masyarakat," tuturnya.

"Agar publik bisa mencermati, tokoh yang akan di usung. Publik sudah bisa melihat tokoh itu dan itu harus di lakukan partai, kalo tidak di lakukan kita khawatir ada politik dagang sapi. Tiba-tiba partai ini usung ini, kita tidak tau ini proses seperti apa, kenapa partai ini usung ini, melalui apa, apa survey atau apa kita tidak tau," tambahnya.

Terhadap hal ini, Ia berharap agar partai pro aktif melakukan hal tersebut. Karena menurutnya publik sangat berharap dengan partai untuk menghadirkan tokoh yang sesuai dengan keinginan masyarakat.

"Harapan kita partai pro aktif, karena publik sangat berharap dengan partai. Intinya kita berharap bolanya ada di partai, kalo partai tidak lakukan sejak dini yang terjadi politik dagang sapi ini tidak baik. Itu terjadi karena partai tidak pro aktif. Yang di sugukan publik selama ini itu yang terjadi," pungkasnya. (*)

Baca juga: Fasha: Usia 12 Tahun ke Bawah Masih Bisa Masuk Mal Tanpa Perlu Surat Sertifikat Vaksin

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved