Dikritik soal PTM, Nadiem Makarim: Tutup Sekolah Salah, Buka Sekolah Juga Salah

Nadiem Makarim mengaku tak mempermasalahkan kritik kepada dirinya terkait keputusan mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemi Covid-19.

Tangkap layar channel YouTube Sekretariat Presiden
Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku tak mempermasalahkan kritik kepada dirinya terkait keputusan mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemi Covid-19. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Mendikbudristek Nadiem Makarim mendapat krtitikan tajam saat memutuskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi Covid-19.

Namun demikian, Nadiem mengaku tak mempermasalahkan kritik yang dialamatkan kepada dirinya.

Ia mengaku, keputusannya dalam membuka atau menutup sekolah selalu mendapatkan kritikan dari berbagai pihak.

"Enggak apa-apa kalau saya sedikit-sedikit kritik atau apa-apa. Tutup sekolah saya disalahkan. Sekarang buka sekolah, saya disalahkan enggak apa-apa. Sudah biasa, Namanya pengorbanan lah," kata Nadiem dalam dialog virtual, Selasa (28/2021).

Mantan CEO Gojek ini mengungkapkan, mayoritas masyarakat di media sosial menginginkan pembelajaran tatap muka terbatas.

Menurut Nadiem, hal tersebut yang menjadi pegangan dirinya untuk menerapkan PTM terbatas.

"Apapun perkicauan yang terjadi di sosial media yang kelihatannya menjadi besar atau apa, mayoritas 80 sampai 85 persen dari masyarakat kita menginginkan kita kembali tatap muka," kata Nadiem.

Dia melanjutkan, berdasarkan hasil riset menunjukkan bahwa ada kemungkinan besar siswa kehilangan antara 0,8 hingga 1,2 tahun pembelajaran.

Menurut Nadiem, hal itu menunjukan ada satu generasi kehilangan hampir setahun dari pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini.

Baca juga: Disdik Sarolangun Sebut ke Nadiem Makarim Ada 17 Guru yang Mengajar SAD

Baca juga: Mas Menteri Nadiem Makarim akan Minta Dukungan Presiden Jokowi Memajukan Candi Muaro Jambi

Baca juga: Inilah Kesan Menteri Nadiem Makarim Bertemu Orang Rimba di Sarolangun Jambi

"Ini tentunya harus kita dalami terus, kita kaji, dan melihat dampaknya seperti apa. Apakah dampaknya akan permanen atau tidak, tapi salah satu hal yang menjadi kekhawatiran sekarang adalah kalau misalnya ini PJJ terus belangsung. Seberapa permanen dampak ini dan bukan hanya dampak dari learning loss," tutur Nadiem.

Bahaya lain yang mengancam, kata Nadiem, dampak psikis bagi anak-anak yang tidak menjalankan PTM.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mendikbudristek Nadiem: Tutup Sekolah Saya Disalahkan, Buka Sekolah Juga Disalahkan.

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved