Breaking News:

Berita Batanghari

Kabinet Pemkab Batanghari Bakal Dirombak, Sekda: Lakukan Evaluasi Terhadap 28 Pejabat Eselon II

Rencana mutasi pejabat eselon ll di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batanghari semakin dekat.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Wira
Sekretaris Daerah (Sekda) Muhammad Azan 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Rencana mutasi pejabat eselon ll di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batanghari semakin dekat.

Pemerintah Daerah Batanghari melalui Panitia Seleksi (Pansel) diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Muhammad Azan melaksanakan evaluasi Pejabat Eselon ll, sehubungan rencana mutasi.

“Insya Allah selesainya pada 28 September ini, tahap pertahap sudah kita lalui, memang ini adalah kewajiban atau regulasi dari aturan yang ada,” kata Muhammad Azan selaku Sekda Kabupaten Batanghari, Minggu (26/9/2021).

Sekda mengatakan berdasarkan undang-undang kepegawaian, penjabat yang sekarang ada sudah dibolehkan untuk promosi, rotasi dan demosi. Tentu yang ia harapkan promosi dan mutasi jangan sampai ada yang demosi.

“Apa yang dilakukan Pansel, tentu tidak terlepas dari pekerjaan pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai tugas pokok dan fungsi dimasing-masing OPD pada intinya pekerjaan mereka sehari-hari,” katanya.

Sesuai surat keputusan yang ada peserta berjumlah 28 orang dari pejabat eselon II, sampai saat ini kata Sekda belum ada peserta yang mengundurkan diri atau tidak datang, semuanya sesuai tahapan yang ada.

Sekda berujar sesuai hasil wawancara dari Tim Pansel yang terdiri dari akademisi, tokoh masyarakat dan Sekda, semuanya memahami dan menguasai visi misi Bupati Batanghari dan Wakil Bupati.

Sekda mengakui memang ada penguasaan yang berjenjang ada yang betul-betul menguasai ada yang perlu dievaluasi.

“Minggu pertama pada Oktober nanti akan dilaporkan kepada Bupati selaku PPK nya pegawai,” ujarnya.

Peserta yang tidak paham visimisi Bupati Batanghari dan Wakil Bupati apakah akan menerima konsekuensi? dikatakan Sekda tidak ada konsekuensi.

Azan menjelaskan semuanya ada konsekuensi, yang baik menjawab ada konsekuensi yang tidak baik menjawab ada konsekuensi.

Maksudnya dikatakan mantan Kepala Bakeuda ini bahwa mungkin disatu sisi teman-teman OPD belum menguasai tapi di sisi lain mereka menguasi jadi dinamika itu tentu ditutupi dengan dinamika yang lain, itu maksudnya.

“Lemah disatu sisi, tapi mereka menguasai, sehingga plus minus itu tetap ada. Lama waktu penyampaian makalah tergantung dinamika yang ada, bagi yang betul-betul menguasi sampai dua jam,” pungkasnya.

Baca juga: Bupati Batanghari Bakal Reshuffle Besar-besaran, Sekda: Bisa Jadi Promosi, Rotasi atau Demosi

Baca juga: Dampak Terbakarnya Sumur Minyak Ilegal Meluas, Bupati Batanghari Tunggu Api Padam Hitung Kerugian

Baca juga: Bupati Batanghari Sebut Vaksinasi Covid-19 terhadap Pelajar Selesai Bulan Depan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved