Breaking News:

IKM Jambi Dituntut Melek Digital Marketing di Tengah Pandemi

Kondisi perekonomian di Jambi saat pandemi yang hampir berjalan tahun ke dua ini, masih belum dapat dibilang pulih sepenuhnya.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kondisi perekonomian di Jambi saat pandemi yang hampir berjalan tahun ke dua ini, masih belum dapat dibilang pulih sepenuhnya. Pasalnya masih banyak usaha yang masih sulit bangkit.

Terlebih dalam bidang Industri Kecil Menengah yang biasa disingkat dengan IKM. IKM sendiri tidak bisa terlepas dengan UKM (Usaha Kecil Menengah).

Pengertian IKM yang disampaikan oleh Ina Apliyana, selaku Kasi Pembangunan IKM, Disperindag Provinsi Jambi, adalah sebuah usaha yang memproduksi berbagai jenis produk yang diperlukan oleh berbagai jenis makhluk hidup seperti manusia, binatang, dan tumbuhan.

"Jika aktivitas yang dijalankan oleh sebuah perusahaan meliputi produksi dan pemasaran sekaligus maka perusahaan tersebut bisa dikategorikan sebagai IKM dan UKM sekaligus," ujar Ina.

Kondisi IKM di Provinsi Jambi selama pandemi sendiri, kata Ina yang paling parah terjadi pada saat awal-awal pandemi. Dikatakannya pada saat itu segala aktivitas IKM dapat dibilang berhenti.

"Dengan adanya segala pembatasan pada waktu itu, dan juga semua konsumen dapat dibilang tidak berani keluar. Itu cukup berdampak IKM kita di Jambi," katanya.

Adapun sektor-sektor IKM yang ada di Provinsi Jambi diantaranya sandang, pangan, dan kriya. Dari ketiganya, yang paling cepat pulih pada saat pandemi adalah sektor pangan.

"Memang dari ketiganya yang paling cepat pulih dalam rentang 2020 lalu itu adalah IKM pangan. Bagaimana pun meski kondisi sedang pandemi, tapi kebutuhan orang untuk makan itu tetap tinggi. Itu salah satu faktor IKM pangan lebih cepat," ujarnya.

Terkait upaya yang telah pihaknya lakukan dalam membantu IKM yang terdampak ini adalah berupa pelatihan dan bimtek.

"Karena untuk bantuan modal kami tidak boleh. Sehingga dari kami yang bisa dilakukan adalah berupa pelatihan dan bimtek kepada para pelaku IKM," ujarnya.

Ina sendiri mengatakan beberapa waktu ini marketplace ternama di Indonesia, Shopee, sedang mengajak para IKM untuk belajar mengenal mengenai digital marketing.

Ia pun mengaku, pengetahuan mengenai digital marketing dari para pelaku IKM sendiri masih sangat minim.

"Kami mendorong agar semakin banyak IKM yang go online, melakukan transaksi digital, dan atau terhubung dengan marketplace yang ada. Itu sangat penting sekarang di era semua serba digital," tuturnya.

Pihaknya juga melakukan penguatan teknis produksi kepada para pelaku IKM melalui pelaksanaan pendampingan, sertifikasi produk, fasilitasi penguatan teknologi melalui program restrukturisasi mesin atau peralatan produksi, serta pendampingan membuat kemasan pangan yang menarik.

"Inovasi dari produk IKM pun kini tidak boleh dipandang sebelah mata dan harus didukung. Harapannya IKM di Jambi tahun ini semakin kreatif dan berani untuk menghasilkan produk-produk yang inovatif, menjawab permasalahan terkini. Jadi, produk buatan Jambi layak untuk bersaing di pasar nasional," paparnya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved