Breaking News:

Gubernur Jambi Diminta Evaluasi Proyek PLTU Batu Bara di Jambi

Pemerintah Indonesia telah menyatakan komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca 26 persen pada tahun 2020.

DOK LTB
Panggung Rakyat yang diselenggarakan Gerakan Suara Tuntutan Rakyat di Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Indonesia telah menyatakan komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca 26 persen pada tahun 2020, dan 29 persen pada tahun 2030, sesuai konvensi perubahan iklim yang telah disepakati.

Selain itu Indonesia memiliki target emisi karbon yang harus diturunkan berdasarkan konvensi perubahan iklim yang telah diratifikasi, yaitu 29 persen pada 2030 dan 41 persen dengan dukungan kerja sama teknik dari luar negeri.

Berdasarkan konvensi perubahan iklim, Indonesia punya kewajiban penurunan emisi karbon di sektor kehutanan 17,2 persen, sektor energi 11 persen, dan sektor limbah 0,32 persen.

Selain itu juga di serta sektor pertanian 0,13 persen, dan pada sektor industri dan transportasi sebesar 0,11 persen.

Kabar baiknya, Presiden Cina berjanji tidak akan membangun PLTU batu bara baru di luar negeri.

Presiden Xi Jinping menyampaikan komitmen tersebut dalam debat umum sidang ke-76 Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa pada 21 September 2021.

Ia menyatakan Cina akan berusaha untuk mencapai puncak emisi karbon dioksida yang dilepaskan sebelum tahun 2030, dan mencapai karbon netral sebelum tahun 2060.

Caranya meningkatkan dukungan untuk negara berkembang dalam mengembangkan energi hijau dan rendah karbon serta tidak akan membangun PLTU batu bara baru di luar negeri.

Pernyataan tersebut harus segera diterapkan dengan evaluasi proyek PLTU batu bara.

Saat ini yang sudah beroperasi di Sumatera 33 pembangkit dengan kapasitas sebesar 3.566,5 MW dan 16 pembangkit sebesar 4.450 MW yang sedang direncanakan RUPTL 2020-2029.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved