Breaking News:

Ayah dan Anak di Tanjab Barat Tewas Dalam Kapal, Badannya Melepuh Diduga Keracunan Zat Kimia

Ayah dan anak di Tungkal Tanjab Barat tewas dalam kapal minyak, diduga keacunan zat kimia dalam bensin, Sabtu (18/9).

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Dua warga Tungkal, Tanjab Barat yang tewas dalam kapal, diduga keracunan zat kimia tengah dievakuasi, Sabtu (18/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Dua orang warga Jalan Harapan RT. 09 Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat meninggal dengan sejumlah luka melepuh pada anggota tubuh, Sabtu (18/9) di dalam sebuah kapal minyak.

Keduanya diduga meninggal dunia karena keracunan zat kimia dalam bensin

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Tanjabbar, AKBP Muharman Arta Minggu (19/9).

Kapolres menyebut bahwa dari hasil visum  yang dilakukan dokter RSUD Daud Arief Kuala Tungkal, kedua korban meninggal dengan kondisi sejumlah bagian tubuh melepuh. 

"Ada dua korban yaitu Pahrorazi (60) dan  Ali Akbar (35). Kedua korban masih memiliki hubungan keluarga yaitu anak dan bapak. Keduanya meninggal dunia dengan tubuh ada yang melepuh," katanya, Minggu (19/9).

Secara rinci disebutkan oleh Kapolres bahwa Ali Akbar mengalami luka lepuh bagian muka kiri, luka lepuh bagian bahu dan lengan bagian kiri.

Tidak hanya itu, Ali juga mengalami luka lepuh punggung kiri dan kanan serta paha belakang kanan. Sementara Pahrorazi mengalami luka lepuh lengan kanan, luka lepuh bagian punggung dan luka lepuh di siku kanan. 

"Penyebab kematian, dicurigai intoksikasi hidrokrabon (keracunan kandungan zat dalam bensin)," ungkapnya. 

Disisi lain, Kapolres menerangkan bahwa awalnya korban Ali Akbar menuju Kapal KM Riyan Jaya 5 yang sedang bertambat di Dermaga Gudang Tongwat usai melakukan bongkar muat BBM.

Sementara itu, Pahrorazi yang merupakan orang tua Ali Akbar hendak melihat anaknya di kapal dan mendapati Ali Akbar dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam tangki.

Baca juga: Banyak Karyawan Diterima Tanpa Kartu Kuning, Disnakertrans Bungo Sebut Perusahaan Kurang Kooperatif

Baca juga: Jangan Jadi Korban Pinjaman Online, Ini Pesan Cyber Crime Polda Jambi

Pahrozi sempat meminta pertolongan masyarakat sekitar namun dikarenakan kondisi hujan dan sepi, Pahrorazi langsung menolong korban dengan cara masuk ke dalam tanki kapal untuk mengangkat anaknya.

"Ada rekan korban yang menunggu sebetulnya tapi karena korban tidak balik-balik kemudian rekannya tadi bersama warga sekitar melihat dan mendapati kedua korban dalam keadaan tidak sadarkan diri," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved