Kasus Pemotongan Insentif

Penyidik Kejari Limpahkan Berkas Perkara Subhi Mantan Kepala BPPRD Kota Jambi ke Jaksa Penuntut Umum

Berita Jambi-Penyidik Kejari Jambi akhirnya melimpahkan berkas perkara dan tersangka kasus dugaan korupsi mantan Kepala BPPRD Kota Jambi, Subhi

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Nani Rachmaini
ARYO TONDANG/TRIBUNJAMBI.COM
Penyidik Kejari Limpahkan Berkas Perkara Subhi Mantan Kepala BPPRD Kota Jambi ke Jaksa Penuntut Umum 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penyidik Kejari Jambi akhirnya melimpahkan berkas perkara dan tersangka kasus dugaan korupsi mantan Kepala BPPRD Kota Jambi, Subhi, ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rabu (15/9/2021).

Subhi dilimpahkan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P21) untuk dilanjutkan ke tahap selanjutnya di persidangan.

Kemudian, JPU akan menyiapkan rencana dakwaan.

Kepala Kejari Jambi, Fajar Rudi, menyampaikan, berkas perkara dengan tersangka Subhi sudah lengkap baik formil maupun materil.

"Semua sudah lengkap atau P21, dan sudah kita limpahkan" kata Fajar, Rabu (15/9/2021).

Atas kasus tersebut, Subhi disangkakan dengan pasal 12 e dan 12 f UU RI nomor 31 tahun 1999 tahun tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 64 KUHP.

"Terdakwa dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan. Apabila surat dakwaan lengkap, maka dalam 20 hari ke depan akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jambi," bilangnya.

Kasi Pidsus Kejari Jambi, Yayi Dita Nirmala, yang mendampingi Fajar Rudi mengatakan, dari penyidikan hingga P21 nilai kerugian yang ditemukan ialah Rp 1,2 miliar.

Tidak ada penambahan nilai kerugian.

"Terdakwa mengembalikan kepada saksi-saksi, yang kita sita (dari saksi) Rp 300-an juta," kata Yayi.

Untuk menangani perkara ini, Kejari menunjuk tim penuntut umum dengan tujuh orang anggota.

"Ketua tim tetap ketua tim penyidik, Gempa," kata Yayi.

Ketua Tim Penyidik, Gempa Awaljon, menambahkan, pengakuan dari tersangka, dia sudah mengembalikan uang senilai Rp 500 juta dan sertifikat tanah seluas 30 tumbuk ke saksi (korban) namun, yang disita oleh penyidik baru senilai Rp 302 juta.

"Kami sudah menyita dari 8 orang saksi dengan nominal Rp 302 juta sekian," kata Gempa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved