Breaking News:

Berita Sungai Penuh

Beruang Madu di Sungai Penuh Berhasil Ditangkap Petugas BKSDA

Berita Sungai Penuh-Seekor beruang madu berhasil ditangkap petugas Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Rabu (15/9/2021).

Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
HERUPITRA/TRIBUNJAMBI.COM
Resahkan Warga, Beruang Madu Berhasil Ditangkap Petugas BKSDA 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Seekor beruang madu berhasil ditangkap petugas Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Rabu (15/9/2021).

Beruang liar tersebut ditangkap karena kerap masuk perkampungan dan merasahkan masyarakat dan petani di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi, Sungai Penuh.

Informasi yang diperoleh dari warga bahwa beruang jenis madu tersebut beberapa bulan terakhir kerap masuk perkampungan. Hewan yang dilindungi itu juga memangsa ternak warga.

"Ya, sudah sering meresahkan warga beruang itu, makanya diminta pihak terkait untuk menangkapnya. Saya dapat informasi malam tadi (Selasa malam, red) telah masuk perangkap," ujarnya Miko warga Sungai Jernih, Rabu (15/9).

Anggota Resort Kerinci BKSDA seksi I Bangko, Ridwan, dikonfirmasi membenarkan tertangkapnya satu ekor beruang madu di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi, Sungai Penuh.

"Ya, tertangkapnya malam tadi sekira pukul 22.30 WIB, di dekat perumahan warga di Dusun Batu Panjang, Desa Sungai Jernih," jelasnya.

Dia menambahkan, pemasangan perangkap tersebut, setelah adanya laporan dari warga setempat, bahwa beruang sering memangsa ternak warga.

"Tapi konflik dengan warga belum, cuma baru ternak yang dimangsa oleh beruang itu. Jumlah beruangnya informasi dari warga ada dua ekor," tuturnya.

Pengintaian beruang itu dilakukan selama dua hari sejak terpasangnya kerangkeng dari petugas gabungan BKSDA Seksi I Bangko dan KPHP Kerinci.

"Dua hari kita pasang, di malam kedua masuk kerangkeng yang dipasang dekat rumah warga. Karangkeng yang kita pasang cuma satu unit," sebutnya.

Setelah berhasil ditangkap binatang buas itu langsung dibawa ke tempat penyelamatan satwa oleh tim di Desa Karya Bakti Pondok Tinggi Kota Sungai penuh.

Selanjutnya tambah Ridwan, beruang tersebut akan kembali dilepaskan ke habitat yang jauh dari permukiman masyarakat, tepatnya di kawasan konservasi Bukit Tapan perbatasan Provinsi Jambi dan Sumbar.

"Tadi sudah dicek dari dokter hewan, kondisi beruang sehat. Beruang akan dilepas ke habitatnya," pungkasnya.(*)

Baca juga: BKSDA Jambi Siap Lepas Beruang Madu dan Satwa Sangat Langka Kucing Tandang Bulan Ini

Baca juga: Pemuda 18 Tahun Dijahit 103 Jahitan Setelah Diserang Beruang di Lembah Masurai Merangin

Baca juga: Dokter Penyakit Menular Tegaskan Susu Beruang Bukan Obat Covid-19 : Itu Cuma Protein

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved