Breaking News:

Berita Jambi

BKSDA Jambi Sudah Melepas 65 Ekor Satwa Dilindungi ke habitatnya

Berita Jambi, selama 2020 BKSDA Jambi sudah melepas liar 65 ekor satwa dilindungi ke habitatnya.

Penulis: tribunjambi | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Danang
Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi menjadi lokasi rehabilitasi untuk satwa yang dilindungi oleh undang-undang.

Jumlah satwa yang masuk TPS sejak beroperasi pada Maret 2020 berjumlah 80 ekor satwa. Namun yang sudah dilepas liar berjumlah 65 ekor satwa, 15 ekor satwa masih dalam proses rehabilitasi di TPS.

Satwa yang masuk TPS berasal dari sitaan barang bukti penegakan hukum, konflik dengan masyarakat dan terbanyak dari penyerahan sukarela.

Koordinator TPS, Syahroni menjelaskan tugas dari TPS BKSDA adalah untuk membuat satwa yang direhabilitasi menjadi liar.

"Jadi kalau penyerahan sukarela ini kan dari kecil dirawat dan dipelihara, kalau langsung dilepas liarkan maka akan mati, karena terbiasa di dalam kandang, jadi tugas kami disini salah satunya begaimana menjadikan hewan ini jadi liar," jelasnya saat ditemui di lokasi TPS, Selasa (14/9/2021)

Lebih lanjut ia mengatakan semua satwa yang ada di TPS akan di rilis, namun jika sudah tidak memungkinkan karena kondisinya sakit permanen biasanya akan dititip di kebun binaang, namun sampai saat ini semua satwa dilepas liarkan.

Satwa yang di rehabilitasi di TPS ini adalah Beruang, buaya, ungko, siamang, burung elang, rangkong, kakaktua, tapir, kucing tandang dan macan akar.

Yuli Akmal, Dokter di TPS mengatakan Kesiapan satwa dilepas liarkan tergantung dari satwanya sendiri, jika insting liar nya sudah muncul, maka sudah siap untuk di lepas.

"Pelepas liaran satwa disini tergantung satwanya, kalau yang sudah lama dipelihara manusia, itu lama memunculkan insting liarnya, tapi rata2 6 bulan, bahkan sempat ada yang 2 tahun baru bisa dilepas," katanya.

Ia melanjutkan untuk memunculkan insting liar satwa, sebisa mungkin meminimalisir interaksi dengan manusia.

Selain kandang karantina, TPS juga menyiapkan kandang sosial yang dibuat menyesuaikan habitat aslinya di alam.

Pelepas liaran satwa dilakukan di Taman Nasional, terbanyak di Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Berbak.

Selanjutnya satwa yang sudah dilepasliarkan akan di monitoring secara intensif untuk melihat perkembangan satwa selama beberapa bulan.

Baca juga: BKSDA Jambi Benarkan Adanya Laporan Harimau Masuk Kampung di Tanjabtim, Tapi Bukan di Berbak

Baca juga: Anak Gajah di Jambi Terpisah dari Kelompoknya, BKSDA Menduga Karena Jerat Babi

Baca juga: Perjuangan BKSDA Jambi Kembalikan Anak Gajah yang Tersesat ke Kelompoknya di Tebo

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved