Breaking News:

Perjuangan BKSDA Jambi Kembalikan Anak Gajah yang Tersesat ke Kelompoknya di Tebo

Tim BKSDA Jambi berhasil mengevakuasi gajah betina kembali ke kelompoknya di Tebo setelah terpisah dari rombongan dan masuk pemukiman warga.

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Teguh Suprayitno
tribunjambi/monang
Tim BKSDA Jambi evakuasi gajah betina ke Kabupaten Tebo. Gajah berumur 5 tahun itu sebelumnya terpisah dari rombongan dan masuk ke pemukiman warga di Tanjab Barat. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tim evakuasi gabungan dari BKSDA Jambi berhasil membawa gajah betina berusia 5 tahun kembali ke robongannya setelah sempat terpisah.

Diketahui gajah itu masuk ke pemukiman warga di Taman Raja, Tungkal Ulu, Tanjab Barat pada Kamis  (26/8/2021).

Setelah dievakuasi gajah tersebut berhasil kembali bersama rombongannya di Desa Suo-Suo, Sumay, Kabupaten Tebo, penyangga  Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.

Tim loading gajah berjibaku dengan jalan berlumpur setelah Rabu (25/8/2021) malam lokasi evaskuasi diguyur hujan lebat. 

Truk pembawa anak gajah betina tersebut pun harus didorong tim serta ditarik dengan kendaraan lain agar bisa melewati medan jalan yang berlumpur. 

Proses penarikan gajah dari batas kendaraan hingga ke lokasi titik pelepasliaran kurang lebih selama satu jam. 

Albert Tetanus, Koordinator Loading Gajah, menyatakan ada terdapat 23 personil untuk penarikan gajah

"Kami melaksanakan penyelamatan bayi gajah berumur 5 tahun, yang beratnya sekira 400 kilogram. Setelah kami melaksanakan analisa, kami menggunakan manusia untuk proses loading (pemindahan) gajah dari lokasi warga ke lokasi rombongannya," ungkap Albert.

Baca juga: Gajah Umur 4 Tahun di Tanjabbar Dievakuasi ke Tebo, di Perjalanan Kondisinya Begini

Baca juga: Abdurrahman Tewas Diinjak Gajah Liar Saat Kawanan Gajah Masuk Kebun Kopi di Aceh Tengah 

Pasalnya, untuk penyelamatan gajah yang tersesat dari rombongan, pihaknya biasa menggunakan kendaraan berat dan juga membawa gajah lain untuk menggiring gajah tersesat itu ke lokasi rombongan. 

Albert menyatakan, pihaknya akan terus memantau anak gajah ini selama sepuluh hari ke depan. 

"Nantinya jika gajah itu telah bisa untuk dilepaskan ke rombongan, maka akan segera kami gabungkan anak gajah itu kembali ke rombongannya," jelasnya. 

Dijelaskannya, kelompok gajah lain berjarak 600 meter dari titik pelepasan anak gajah tersebut. Pada wilayah itu pula, telah terpasang kamera pengawas di sudut-sudut tertentu untuk mengecek keadaan gajah yang berada di landscape Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

(Tribunjambi.com/Widyoko)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved