Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Home and Garden

Cara Mengatasi Daun Bunga Mawar Layu dengan Tingkatkan Jumlah Air

Beberapa cara menangani daun bunga mawar yang layu saat ditanam di kebun atau pekarangan rumah. Tanaman bunga mawar yang daunnya layu membutuhkan air.

Editor: Nurlailis
Tokopedia.com/Bibit Tabulampot
Mengatasi daun bunga mawar yang layu 

TRIBUNJAMBI.COM - Bunga mawar menjadi tanaman yang bisa mempercantik halaman.

Mekarnya mawar membawa pengaruh positif bagi siapapun yang melihatnya.

Namun ada kendala yang biasa dihadapi bunga mawar yaitu daun yang layu.

Untuk mengatasi daun layu salah satu caranya bisa dengan meningkatkan jumlah air.

Tanaman bunga mawar biasanya membutuhkan sekitar 1 inci air per minggu, tetapi mungkin membutuhkan lebih banyak air.

Tanaman bunga mawar yang daunnya layu mungkin tidak mendapatkan cukup air.

Terlalu banyak air juga membuat semak mawar layu, tetapi daun yang menguning dan rontok biasanya mengikuti.

Baca juga: Cara Membuat Mawar Sering Berbunga, Semprot Daun dan Bunga Mawar Setelah Hujan

Selain mengingkatkan jumlah air, dilansir dari Home Guides SF Gate, Kamis (9/9/2021), berikut beberapa cara menangani daun bunga mawar yang layu saat ditanam di kebun atau pekarangan rumah.

1. Periksa batang tanaman bunga mawar

Batang tanaman bunga mawar bisa terkena penyakit kanker batang. Kanker adalah ketika batang berwarna cokelat, cekung dan keriput.

Jika ada kanker pada batang, maka singkirkan batang yang terserang dari tanaman, potong jauh di bawah kanker.

Jaga agar area di bawah tanaman bunga mawar tetap bersih, dan singkirkan mulsa dari area tersebut sebelum musim hujan untuk mencegah penyakit ini kembali menyerang.

Baca juga: Deretan Tanaman Hias yang Dipercaya Bisa Tangkal Santet - Mawar, Kaktus, Bambu Kuning

2. Periksa baik daun dan tanaman bunga mawar yang layu untuk mencari kutu daun dan thrips

Kutu daun adalah serangga kecil berwarna hijau, dan thrips adalah serangga yang sangat kecil berwarna coklat kekuningan.

Karena thrips sangat kecil, menggunakan kaca pembesar mungkin diperlukan untuk melihatnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved