Breaking News:

Benarkah Kartu Vaksin Berpengaruh Bagi Penerima PKH Ini Penjelasan Pemkab Tanjabtim?

Untuk diketahui, jumlah penerima PKH tahap II tahun 2021 di Kabupaten Tanjabtim ini, itu sebanyak 8.430 KPM. Jumlah tersebut bisa saja berubah pada

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Pemkab memberikan ke penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) 

TRIBUNJAMBI.COM - Terkait penggunaan kartu vaksinasi berpengaruh pada penerima PKH, Dinas Sosial Tanjabtim berikan penjelasan, Jumat (3/9).

Sejak mulai gencarnya penyuntikan vaksin bagi masyarakat umum, banyak isu yang berkembang soal penggunaan kartu vaksin.

Salah satunya bagi masyarakat penerima bantuan sosial maupun penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang diwajibkan harus memiliki kartu vaksin sebagai syarat pengambilan bantuan, ternyata isu tersebut tidaklah benar.

Hal itu langsung dikatakan Koordinator PKH Kabupaten Tanjabtim, Zulkurnain. Dia mengatakan, bahwa sampai saat ini pihaknya belum ada menerima surat berupa instruksi dari kementerian yang menyatakan penerima bantuan PKH diwajibkan vaksin atau memiliki kartu vaksin.

"Selama penyuntikan vaksin untuk masyarakat umum, kita belum pernah menerima instruksi langsung terkait penerima PKH harus punya kartu vaksin. Jadi isu yang berkembang di masyarakat itu tidaklah benar," tegasnya.

Namun demi suksesnya program vaksinasi yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah maupun Pusat, Dirinya bersama Pendamping PKH yang ada di 11 kecamatan dalam Kabupaten Tanjabtim tetap mengedukasi para penerima PKH bahwa vaksin itu penting untuk kesehatan bersama dalam melawan dan mencegah berkembang Covid-19.

Baca juga: Lelang Jabatan Sekda Muarojambi Diburu Pendaftar di Detik Terakhir, Ini Nama Pesertanya

Baca juga: Dhita Krisdarmayanti Berhasil Raih 3rd Best of the Best Talent Di Ajang IndonesiaNEXT Season 5

Baca juga: Syarkoni Syam Sayangkan Sikap Ketua DPRD Bungo yang Kabur Saat Ditemui Wartawan: Tidak Pantas

"Sambil pendampingan para penerima PKH, kita bersama petugas di lapangan juga ikut mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksin, agar program vaksinasi itu sukses dilaksanakan," katanya.

Intinya, soal bantuan sosial dan PKH tidak berpengaruh dengan adanya vaksinasi. Kalau dikatakan itu wajib dan ada perintah tertulis dari Pusat, pasti lah pihaknya mengetahuinya dan akan menyampaikan langsung kepada masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Tidak ada kartu vaksin, bantuan tetap bisa dicairkan, jadi itu (kartu vaksin, red) tidak berpengaruh," ungkapnya.

Untuk diketahui, jumlah penerima PKH tahap II tahun 2021 di Kabupaten Tanjabtim ini, itu sebanyak 8.430 KPM. Jumlah tersebut bisa saja berubah pada tahap selanjutnya, jika ada KPM yang graduasi mandiri atau keluar dari penerima PKH.

"Untuk jumlah graduasi mandiri sendiri tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu, yakni hanya sebanyak 59 KPM. Tahun lalu per Desember sebanyak 253 KPM," pungkasnya. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved