Breaking News:

Berita Tanjabtim

Nelayan Tanjabtim Keluhkan Maraknya Oknum Meracun Ikan dan Serok Kerang di Mendahara

Maraknya ikan diracun dan kerang diserok oleh oknum nelayan di Mendahara Tanjabtim dikeluhkan oleh nelayan yang menangkap dengan cara yang tepat...

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/abdullah usman
Kampung nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Nelayan di Tanjung Jabung Timur Kesulitan Dapatkan Solar, Pemkab Minta Tambahan dari Pertamina. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Maraknya sejumlah nelayan yang menangkap ikan menggunakan racun dan menangkap ikan dengan serok, kondisi keresahan bagi nelayan Tanjabtim yang menangkap ikan menggunakan jaring.

Kecamatan Mendahara, merupakan salah satu Kecamatan yang berada di kawasan pesisir dengan penghasilan utama dari hasil laut.

Beberapa hari terakhir ini, para nelayan merasa khawatir akan ekosistem laut dapat rusak jika oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab masih menangkap ikan dengan cara diracun.

"Sekarang mulai banyak orang menangkap ikan dengan racun di tempat kami. Makanya kami resah, jika hal itu akan terus terjadi, maka akan dapat merusak laut kita," kata Iriyanto satu dari Nelayan Mendahara, Kamis (26/8/2021).

Lanjutnya, bahwa oknum-oknum tersebut bereaksi pada saat malam hari menggunakan racun Putas. Sebab, dengan cara begitu dianggap lebih mudah untuk mendapatkan ikan.

"Kita nelayan sering mendapati dan melihat langsung oknum yang melakukan hal tersebut. Tapi lagi-lagi nelayan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengambil tindakan, karena terlalu beresiko untuk diri sendiri," ujarnya.

Lanjutnya, jika hal itu terus dibiarkan, maka ekosistem laut menjadi rusak, seperti banyak ikan-ikan yang mati.

Selain itu, dampak dari kondisi tersebut, mengakibatkan udang yang sedang masa pertumbuhan juga ikut mengambang ke permukaan karena keracunan.

"Ya, kami memikirkan anak cucu. Kalau ini terus terjadi, laut menjadi rusak, ikan di laut pun tidak dapat lagi berkembang biak, jadi kedepan yang dirugikan anak cucu," jelasnya.

Selain itu, oknum-oknum nakal itu juga melakukan penangkapan kerang dengan cara menyerok, dan juga cukup meresahkan.

Karena banyak biota laut lainnya menjadi rusak akibat benturan kasar alat terbuat dari besi yang digunakan untuk mencedok kerang.

"Kemudian kerang kecil mati dan tanaman laut menjadi rusak akibatnya, air laut pun menjadi berbau," sebutnya.

Mudah mudahan kondisi seperti ini dapat segera mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga tidak berlarut larut dan membawa dampak buruk bagi kedepan.

Baca juga: Nelayan Tanjabtim Dapat Jaring Baru dari Pemda, Berharap Besar Hasil Tangkapan Membaik

Baca juga: Solar Ilegal Hilang dari Tanjabtim, Nelayan Kesulitan Cari Pasokan BBM di Penjualan Resmi

Baca juga: Jaksa Masuk Kampung Nelayan, Program Kejari Tanjab Barat Berikan Edukasi Hukum Hingga Bantuan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved