Breaking News:

Pakar Ekonomi Sebut Impor Cabai Tak Boleh Dilakukan Jika Pasokan Mencukupi

Indonesia pada tahun 2021 untuk semester satu mengalami peningkatan impor cabai, dan angka impor meningkat dari tahun sebelumnya yaitu pada semester s

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Vira Ramadhani/tribunjambi
Pedagang cabai di Pasar Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Impor cabai bisa saja dilakukan ketika dalam situasi tertentu seperti distributor cabai tidak merata, pasokan kurang mencukupi. Namun ketika pasokan dalam negeri mencukupi impor tidak bisa dilakukan.

Indonesia pada tahun 2021 untuk semester satu mengalami peningkatan impor cabai, dan angka impor meningkat dari tahun sebelumnya yaitu pada semester satu tahun 2020.

Dan menurut pakar ekonomi Prof Dr H Haryadi SE, MMS, impor cabai memungkinkan jika ada faktor-faktor pendukung yang memang mengharuskan impor cabai. Meskipun begitu tatap ada aturannya.

"Untuk sekarang saya masih belum mendapatkan data apakah kita impor cabai dan seberapa jauh kita melakukan impor cabai," jelasnya belum lama ini.

"Impor bisa saja dilakukan ketika distribusi cabai tidak merata, pasokan kurang mencukupi. Di satu tempat harga cabai murah dan di tempat lain harga cabai mahal. Dan faktor-faktor lainnya," tambahnya.

Hal ini sama seperi ketika Indonesia meng-impor beras, ketika terjadinya gagal panen, untuk tetap memenuhi kebutuhan rakyat dilakukanlah impor beras.

"Sama seperti Indonesia kekurangan beras sedangkan masyarakat harus tetap makan dan ideal nya memang meng-impor beras dari luar," lanjutnya.

"Tetapi ketika panen beras bagus, maka impor itu tidak boleh dilakukan, karena pemerintah harus mengutamakan dalam negeri. Dan terkait impor dan ekspor sendiri, itu tidak boleh sembarangan ada aturannya dan pemerintah memiliki kebijakan dan ketentuan nya untuk hal tersebut," ucapnya.

Meksipun ada faktor - faktor pendukung diperbolehkannya dilakukan impor cabai, namun Indonesia merupakan negara kepulauan yang tidak kekurangan lahan, dimana seharusnya Indonesia tidak kekurangan pasokan tersebut.

"Meskipun begitu, seharusnya di arahkan dimana cabai kan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi dan di Indonesia kita memilihi lahan berkecukupan dan bisa di manfaatkan, kenapa masih harus impor," tutupnya.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Hijau di Jambi Naik 33 Persen dari Sebelumnya, Ini Penyebabnya

Baca juga: Waka I DPRD Batanghari M Jaafar Sebut Infrastruktur Jalan Pemicu Warga Kesulitan Bawa Hasil Panen

Baca juga: Link Nonton Nevertheless Sub Indo Episode Terakhir: Akhir Kisah Na Bi dan Jae Eon

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved