Breaking News:

Berita Tanjabtim

Ini Penjelasan BKPSDM Tanjabtim Soal Pembayaran Gaji ASN yang Telah Meninggal

Kasubbid Perencanaan dan Mutasi BKPSDM Tanjabtim, Ridho Hanif mengatakan, hal itu biasanya terjadi akibat adanya ahli waris yang lambat dalam memberik

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Istimewa
Ilustrasi ASN 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sempat menjadi buah bibir pembayaran gaji ASN secara penuh meski ASN bersangkutan telah meninggal dunia, BKPSDM Tanjabtim angkat bicara.

Terkait adanya kasus temuan pemberian gaji PNS misterius yang baru-baru ini mencuat di pemberitaan, dan adanya pembayaran gaji PNS secara full tetapi PNS tersebut telah meninggal dunia.

Kasubbid Perencanaan dan Mutasi BKPSDM Tanjabtim, Ridho Hanif mengatakan, hal itu biasanya terjadi akibat adanya ahli waris yang lambat dalam memberikan informasi atau laporan kepada pihak terkait atas kasus tersebut.

"Adanya PNS yang meninggal tetapi gajinya masih dibayar penuh, salah satu penyebabnya yaitu keterlambatan ahli waris dalam menyampaikan pemberkasan usulan pensiunnya ke pihak BKPSDMD Kabupaten Tanjab Timur yang nantinya diteruskan ke BKN untuk menerbitkan pertimbangan teknisnya," bilang Ridho belum lama ini.

Dirinya juga menjelaskan, biasanya gaji PNS yang meninggal dunia tersebut diambil oleh pihak keluarga dan dalam kurun waktu empat bulan dari PNS tersebut meninggal dunia, gaji akan tetap dibayar penuh.

Di bulan kelima sampai seterusnya, gaji yang dibayar hanya 36 persen dari besaran gaji pokok yang selama ini diterima.

"Jika ada ahli waris yang menerima gaji PNS yang telah meninggal dunia secara penuh lebih dari empat bulan. Nantinya gaji pensiun yang diterima akan dipotong untuk dikembalikan sesuai dengan besaran selisih yang selama ini diterima," jelasnya.

Ahli waris dari PNS yang telah meninggal dunia (suami/istri) akan menerima gaji pensiun tersebut selama hidupnya. Gaji pensiun tersebut akan terputus jika ahli waris meninggal dunia atau ahli waris melakukan pernikahan lagi.

"Jika ahli warisnya menikah lagi, gaji pensiun tidak diterima lagi. Tetapi jika ahli waris itu bercerai, gaji pensiun yang sebelumnya diterima tersebut bisa diterima kembali," ungkap Ridho.

Jika ahli waris (suami/istri) juga meninggal dunia, maka gaji pensiun tersebut bisa diterima anak kandungnya selama sang anak masih dalam tanggungan.

"Anaknya bisa menerima gaji pensiun dari ahli waris pertama selagi anak itu masih mengenyam pendidikan dengan batas usia maksimal 25 tahun dan belum menikah. Jika usia anak itu belum 25 tahun tetapi sudah menikah, maka tidak berhak lagi menerima gaji pensiun tersebut," ujarnya.

"Untuk mengetahui data dan informasi dari ahli waris ini, setiap enam bulan sekali ada pemutakhiran data. Dalam keterangan data itu juga harus menyertakan keterangan RT, lurah atau kades dan kecamatan setempat.

Nantinya jika terdapat data ahli waris yang masuk kategori tidak bisa menerima gaji pensiun lagi, maka akan diputus penyaluran gaji pensiun yang ia terima," pungkasnya.

Baca juga: Hari Pertama Penyekatan PPKM level 4, Ini 11 Titik Penyekatan di Kota Jambi

Baca juga: Syarif Fasha Pastikan, KTP Bukan Syarat Masuk ke Kota Jambi Selama Penyekatan PPKM Level 4

Baca juga: Bersedekah Lalu Dijadikan Konten YouTube, Benarkah Termasuk Riya? Begini Penjelasan Buya Yahya

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved