Kronologi Perselisihan Ryan Jombang dan Bahar bin Smith di Lapas Gunung Sindur, Berawal Pinjam Uang
Ingat Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang? Lama tak ada kabarnya setelah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Bog
TRIBUNJAMBI.COM - Ingat Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang?
Lama tak ada kabarnya setelah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, tiba-tiba muncul dengan kabar perselisihan dengan Bahar bin Smith.
Pada Kamis (19/8), Benny Daga, kuasa hukum Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang, mendatangi Bareskrim Polri.
Benny mengaku kedatangannya ke Bareskrim Polri untuk melaporkan Bahar bin Smith atas dugaan penganiayaan terhadap kliennya.
Benny telah menyerahkan sejumlah bukti-bukti berupa foto dan video kepada penyidik kepolisian.
"Sementara ini kami mengumpulkan bukti dan yang kami laporkan Habib Bahar bin Smith atas penganiayaan," kata Benny di Bareskrim Polri, Jakarta.
Namun demikian, polisi hingga kini belum menerbitkan laporan karena penyidik masih memintanya untuk melengkapi bukti-bukti.
Benny mengaku akan melakukan diskusi terlebih dahulu kepada kliennya untuk mencari bukti tambahan.
Setelah itu, baru pihaknya akan mendatangi Bareskrim kembali.
"Setelah ini kami diskusi dengan Ryan seperti apa bukti-bukti tambahan, nanti jika sudah dilengkapi kami akan datang kembali dan menyerahkan agar proses bisa berlanjut," ujar Benny.
Baca juga: Kota Jambi Diguyur Hujan Air Semalaman, Air Anak Sungai di Jelutung Terlihat Tinggi dan Deras
Baca juga: Jadwal Lengkap Liga Premier Inggris Pekan Kedua Minggu Ini -Liverpool vs Burnley, Arsenal vs Chelsea
Benny menambahkan, peristiwa yang terjadi antara Ryan Jombang dan Bahar bin Smith di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Jawa Barat, bukanlah sekadar perselisihan.
Sebab, kliennya diduga telah dianiaya oleh Bahar Smith karena berusaha menagih utang. Menurut Benny, Bahar bin Smith beberapa kali meminjam uang kepada Ryan.
"Klien kami uangnya dipinjam beberapa kali oleh Habib Bahar secara bertahap dengan jumlah tertentu," ucap Benny.
Lalu pada saat diminta kembali, tidak pernah dikembalikan, yang ada klien kami diduga dianiaya."
Lebih lanjut, Benny mengatakan, hal lain yang menimbulkan pertanyaan pihaknya karena adanya pengerahan massa di dalam lapas saat dugaan penganiayaan itu terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20082021-ryan-jombang.jpg)