Breaking News:

Hingga Agustus, Luas Kebakaran Lahan di Jambi Mencapai 180 Hektare

Kepala BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan, sekitar 40 hektare lahan terbakar selama Agustus 2021.

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Teguh Suprayitno
Tribun Jambi / Rifani Halim
Kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Sarolangun. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan, sekitar 40 hektare lahan terbakar selama Agustus 2021.

Kebakaran lahan ini menambah luas kebakaran di Jambi menjadi 170 hektare.

"Saat ini, lahan yang terbakar sebanyak 170 hingga 180 hektare. Artinya terjadi peningkatan dari bulan Juli yang sebanyak 133 hektare,” ujar pria yang akrab disapa Bayu ini, Kamis (19/8/2021).

Bayu menambahkan, terdapat kasus baru di daerah Sogo, Kabupaten Muaro Jambi, sebanyak 25 hektare.

"Namun kebakaran di sini sudah dipadamkan semua. Kabupaten Muaro Jambi merupakan lahan terbanyak yang terbakar sejauh ini," bebernya.

Pemadaman di daerah Sogo ini, ujar Bayu, dilakukan oleh tim darat pada malam hari dan dibantu tim udara pada pagi hari, serta cuaca hujan di sore hari.

Saat ditanyakan apakah kebakaran di Sogo di kawasan perusahaan, Bayu menyebut masih dalam penyelidikan.

Untuk pemadaman udara di Sogo, dijelaskan Bayu telah dikerahkan sebanyak 2 helikopter water boombing.

Rinciannya satu helikopter melakukan 8 kali boombing air dari udara sebanyak 4.500 liter.

Bayu mengakui penyebab kebakaran sejauh ini disebabkan ulah tangan manusia dan faktor alam.

"Sedangkan untuk keseluruhan yang terbakar sekarang itu kita tak bisa menjawab apakah lahan perusahaan, karena merupakan domain tim penegak hukum (Gakkum)," katanya.

Baca juga: Dimulai 23 Agustus, Ini Pengetatan yang Dilakukan Pemkot Jambi Selama 7 hari

Baca juga: Jadwal Penerbangan Bandara Jambi Jumat 20 Agustus 2021 - Ada 3 Jadwal Penerbangan

Baca juga: Sekolah di Muarojambi Kembali Daring, Kasus Covid-19 Lagi Tinggi

"Tetapi sesuai arahan Bapak Gubernur, Kapolda dan Danrem, kita sudah membuat klaster perusahaan yang terlibat memadamkan Karhutla. Bila nanti kita lakukan koreksi ternyata ada lahan perusahaan biar Gakkum yang berbicara," tambah Bayu.

Sedangkan untuk karhutla pada tahun sebelumnya, Bayu menyebut tak ada perusahaan yang terlibat, lantaran lahan yang terbakar adalah semak belukar.

Sejauh ini satgas Karhutla memiliki 3 helikopter waterboombing, 1 patroli BNPB dan 1 heli bantuan dari Mabes Polri yang telah diupayakan Kapolda Jambi.

(Tribunjambi.com/Widyoko)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved