Breaking News:

Berita Batanghari

Pidato Pengantar RAPBN 2022 di HUT ke-76 RI, Bupati Batanghari Sebut akan Menghemat Anggaran

Bupati Fadhil menyampaikan Dana Alokasi Umum turun dari alokasi tahun sebelumnya, berarti memang harus banyak hemat dan bagaimana membuat anggaran efe

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Wira
Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Presiden RI Joko Widodo menyampaikan Pidato Pengantar RAPBN 2022 dalam rangka HUT ke-76 RI, Senin (16/8/2021) kemarin.

Bupati Batanghari, M Fadhil Arief menyampaikan bahwa menurut undang-undang yang ada 20 persen minimal dialokasikan untuk pendidikan.

“Kalau di daerah dialokasikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. Ada dua dinas menjadi tolak ukur untuk menghitung 20 persen tersebut,” kata Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief.

Presiden RI memiliki dua pola, disebutkan Fadhil Arief bahwa pertama Dana Transfer Umum dan Dana Alokasi Khusus. Kata dia Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah mengajukan tapi sepanjang jalan data Dapodik tetap diupdate.

Kemudian dana desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu ada petunjuknya akan tetapi tetap disesuaikan dengan situasi dan kondisi kearifan lokal, mana prioritaskan duluan.

“Pidato Presiden Joko Widodo bahwa kita tetap harus mengalokasikan tentang penanganan kesehatan dan penanganan ekonomi terhadap pandemi Covid-19. Diperkirakan pandemi ini tetap berlangsung sampai tahun depan,” sebutnya.

Bupati Fadhil menyampaikan Dana Alokasi Umum turun dari alokasi tahun sebelumnya, berarti memang harus banyak hemat dan bagaimana membuat anggaran efesien dan efektif. Efektif dalam artian tujuannya tercapai dan efesiensi bagaimana dia hemat.

Sementara untuk mengatasi angka kemiskinan Bupati Fadhil mengatakan akan melakukan pendataan. Karena di Batanghari secara profesi masyarakat sangat diuntungkan dengan pandemi ini karena para petani kehidupannya lebih membaik.

Tapi tidak menutup kemungkinan ada petani yang terdampak, mungkin ada kebunnya yang sudah tua, atau pedagang yang begerak disektor jasa. Data kemiskinan ini harus diupdate terus.

“Sehingga nanti dana yang terbatas ini bisa tepat sasaran dan betul-betul dimanfaatkan masyarakat. Kita harus prioritaskan yang butuh diberi dan yang tidak butuh dilepaskan kita inginkan semua maysarakat Batanghari mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.

Baca juga: Pemda Sasar Ribuan Masyarakat Batanghari untuk Tes Swab-PCR Selama PPKM Level 4

Baca juga: VIDEO Pasukan Taliban Ucapkan Selamat HUT ke-76 RI

Baca juga: Lapas Perempuan Jambi Musnahkan Belasan HP dan Benda Tajam Sitaan Milik Warga Binaan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved