Breaking News:

Sampah di Sarolangun Meningkat Selama Pandemi, 7 Armada Tak Cukup

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sarolangun menyampaikan kapasitas sampah makin hari, makin bertambah selama pendemi Covid-19.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Pembuangan tempat sampah sementara di pasar atas Sarolangun pada sore hari, Minggu (15/8/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sarolangun menyampaikan kapasitas sampah makin hari, makin bertambah selama pendemi Covid-19.

Penambahan sampah-sampah di tempat pembuangan sementara, kata Deshendri Kepala DLH Sarolangun menyebabkan sampah di TPS semakin cepat terisi.

Dia mencontohkan, sebelum penumpukan sampah yang drastis beberapa waktu ini.  Ada tujuh mobil kebersihan bertugas mengangkut sampah sebanyak satu kali angkut menuju tempat pembuangan akhir.

"Biasanya tujuh armada satu kali angkut, sampah itu habis. Sore sekitar jam empat baru sampah menumpuk kembali," kata Deshendri, Minggu (15/8/2021).

Ia tak mau menyalahkan siapa yang menyebabkan siapa yang membuat sampah makin hari makin banyak. Yang jelas menurutnya semenjak menjamurnya pedagang dan aktivitas masyarakat di rumah akibat pandemi yang kerap membeli makanan kemudian di bawah ke rumah, menimbulkan sampah dan dua hal itu diperkirakan sebagai penyebabnya.

"Yang awalnya satu armada satu kali angkut, sekarang tidak bisa lagi. Terutama di wilayah pasar, pagi kita ambil kalo siang tidak kita ambil siang udah tinggi itu. Mau tidak mau kita harus dua trip pagi dan sore," ujarnya.

Untuk menanggulangi sampah yang menumpuk akhir-akhir ini, DLH mengambil kebijakan mengerakkan mobil-mobil kebersihan yang kecil seperti pickup.

"Ada tujuh mobil sampah, kemudian kita tambah dengan dua carry dan satu APV. Agar tidak terlalu tebal tumpukan sampahnya," katanya.

Baca juga: Diprotes Warga Karena Sudah Rusak, Proyek Jalan di Kota Baru Kembali Dilanjutkan

Baca juga: Nyaris Tutup Akibat Pandemi, Pattaya Thai Food Kembali Buka di Kota Jambi

Baca juga: Dana DAU Merangin Tertunda Akibat Insentif Nakes Belum Dibayar, DPRD Desak Dinkes

Sementara itu, dana operasional justru harus meningkatkan sebab DLH Sarolangun mengajukan anggaran satu kali angkut perhari.

"Kita beri tambahan operasional, minyak, kemudian petugas-petugas itu kita beri belilah rokok begitu," ungkapnya.

Ia menambahkan, dua kali pengangkutan sampah dari TPS ke TPA belum membuat sampah yang menumpuk berkurang secara drastis. Setidaknya butuh empat kali angkut untuk mengurangi banyaknya sampah yang ada saat ini.

(Tribunjambi/ rifani halim)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved